alexametrics
25C
Probolinggo
Saturday, 16 January 2021

Terciduk di Kawasan Prigen, 16 PSK Disanksi Denda Rp 2 Juta

BANGIL, Radar Bromo–Pandemi Covid-19 ternyata tak membuat praktik prostitusi di Kabupaten Pasuruan tiarap. Bisnis esek-esek itu masih menggeliat.

Buktinya, Rabu malam (11/11) Satpol PP setempat berhasil menjaring belasan pekerja seks komersial (PSK) saat menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat).

Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana mengungkapkan, razia tersebut digelar dalam rangka menciptakan ketertiban umum di Kabupaten Pasuruan. Khususnya di daerah wisata, Prigen. “Ini sebagai upaya penegakan perda nomor 2 tahun 2020 tentang tatibum,” bebernya.

Sebanyak 20 personel Satpol PP Kabupaten Pasuruan dikerahkan. Mereka menyisir sejumlah wisma yang dijadikan sarang bagi PSK untuk berkencan dengan lelaki hidung belang. Kawasan Watuadem, Kecamatan Prigen menjadi sasaran petugas dalam menjalankan razia.

Beberapa wisma disisir. Hasilnya, 16 PSK berhasil digaruk. “Mereka ada yang berasal dari Malang, Kupang, Probolinggo, Magelang dan Pasuruan sendiri,” sambung Bakti.

Para PSK yang ditangkap itu, kemudian digiring ke Makopol PP untuk didata. Selanjutnya, mereka disidang tipiring (tindak pidana ringan). Sidang itu sendiri, dilakukan di Mako Pol PP Kabupaten Pasuruan, Raci, Kecamatan Bangil.

Para PSK itu dijatuhi masing-masing hukuman denda Rp 2 juta. Bila tidak membayar, mereka harus menjalani hukuman dua bulan. “Mereka diputus harus membayar denda. Bahkan, denda yang harus dibayar, lebih tinggi dari tuntutan JPU, sebesar Rp 500 ribu. Kami harapkan, ini bisa menjadi efek jera,” ulasnya. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU