alexametrics
26.8 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Warga Lemahbang Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar  

SUKOREJO, Radar Bromo Mudji Hartono, 58 warga Dusun Palang RT 1/ RW II, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan ditemukan meninggal di dalam kamarnya. Saat ditemukan kondisi jenazahnya sudah alami kerusakan.

Jenazah Mudji ditemukan Sabtu malam (10/7) sekitar pukul 20.00. Selama ini Mudji dikenal tinggal seorang diri dan alami gangguan kejiwaan.

Saat pertama kali ditemukan, jenazahnya sudah mengeluarkan aroma tak sedap. “Pagi harinya warga sudah mencium bau tak sedap dari rumah korban. Dan malam hari makin kuat. Saat itulah didatangi warga sekitar yang masuk ke dalam rumah tersebut. Warga kaget, ternyata korban sudah tewas,” ungkap Kapolsek Sukorejo AKP Akhmad Sukiyanto.

Saat jenazah korban ditemukan pertama kalinya oleh dua orang warga sekitar, posisi korban dalam keadaan tidur telungkup. Lalu, kondisi wajah sudah membiru dan jari kaki korban sudah membengkak.

Selanjutnya, dua orang saksi itu memberitahukan kabar tersebut ke warga lainnya. Juga melaporkan ke Mapolsek Sukorejo. “Kalau melihat kondisi jasadnya, meninggalnya korban sudah lebih dari satu hari. Dugaan kuat karena sakit,” terang perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Sekitar pukul 21.30 malam, jenazah korban dievakuasi petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Jenazah lantas dibawa ke kamar mayat RS. Bhayangkara, Watukosek, Gempol.

“Pihak keluarga menerima kematian korban dan menolak dilakukan otopsi, hanya visum luar saja. Keterangan petugas kesehatan rumah sakit, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” kata kapolsek. (zal/mie)

         

SUKOREJO, Radar Bromo Mudji Hartono, 58 warga Dusun Palang RT 1/ RW II, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan ditemukan meninggal di dalam kamarnya. Saat ditemukan kondisi jenazahnya sudah alami kerusakan.

Jenazah Mudji ditemukan Sabtu malam (10/7) sekitar pukul 20.00. Selama ini Mudji dikenal tinggal seorang diri dan alami gangguan kejiwaan.

Saat pertama kali ditemukan, jenazahnya sudah mengeluarkan aroma tak sedap. “Pagi harinya warga sudah mencium bau tak sedap dari rumah korban. Dan malam hari makin kuat. Saat itulah didatangi warga sekitar yang masuk ke dalam rumah tersebut. Warga kaget, ternyata korban sudah tewas,” ungkap Kapolsek Sukorejo AKP Akhmad Sukiyanto.

Saat jenazah korban ditemukan pertama kalinya oleh dua orang warga sekitar, posisi korban dalam keadaan tidur telungkup. Lalu, kondisi wajah sudah membiru dan jari kaki korban sudah membengkak.

Selanjutnya, dua orang saksi itu memberitahukan kabar tersebut ke warga lainnya. Juga melaporkan ke Mapolsek Sukorejo. “Kalau melihat kondisi jasadnya, meninggalnya korban sudah lebih dari satu hari. Dugaan kuat karena sakit,” terang perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Sekitar pukul 21.30 malam, jenazah korban dievakuasi petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Jenazah lantas dibawa ke kamar mayat RS. Bhayangkara, Watukosek, Gempol.

“Pihak keluarga menerima kematian korban dan menolak dilakukan otopsi, hanya visum luar saja. Keterangan petugas kesehatan rumah sakit, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” kata kapolsek. (zal/mie)

         

MOST READ

BERITA TERBARU

/