alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Mulai Eskavasi Struktur Batu Bata Blimbing, Diduga Eks Majapahit

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GEMPOL, Radar Bromo– Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim mulai menurunkan tim untuk meneliti struktur batu bata di Dusun Blimbing, Desa Bulusari, Gempol. Mulai Kamis (10/6), tim BPCB resmi melakukan eskavasi terhadap obyek diduga cagar budaya (ODCB)  tersbut.

“Dua hari lali kami sudah koordinasi dengan beberapa pihak di kantor desa setempat. Eskvasinya baru kami lakukan kemarin (10/6) hingga 10 hari kedepan, sesuai jadwal,” kata ketua tim eskavasi dari BPCB Jatim Wicaksono Dwinugroho.

Proses eskavasi yang ditempuh, ia katakana, bertujuan untuk melihat fungsi struktur batu bata. Selain itu juga untuk mengetahui hulunya darimana, serta hilirnya kemana.

Adapun tim BPCB Jatim tim yang melakukan eskavasi berjumlah delapan orang. Di lapangan, tim juga dibantu tenaga lokal dari warga dusun setempat yang juga berjumlah delapan orang.

Bagaimana hasil penelitian sementara ? “Dilihat dari bentuknya berupa saluran air tertutup atau bisa dikatakan gorong-gorong di zaman dulu. Apakah ini mengalir ke sebuah pertirtaan atau sendang, ini sedang kami dalami,” ucapnya.

Dari dimensi ukuran batu bata yang ada, lebih besar dibandingkan struktur batu bata saluran air tertutup di Dusun Kalongan, Desa Candiwates, Prigen pada 2018 lalu.

Untuk struktur batu bata di Dusun Blimbing, panjangnya 37-38 centimeter. Lebarnya berkisar 21-22 centimeter dengan ketebalan delapan centimeter.

“Melihat bangunannya juga ukuran batu batanya, dugaan awal kami adalah peninggalan zaman pra Majapahit. Sekitar abad 10 masa Mpu Sendok atau Kerajaan Medang,” bebernya.

ODCB: Struktur batu bata di Dusun Blimbing, Desa Bulusari, Gempol yang merupakan objek diduga cagar budaya. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Adapun proses eskavasi tengah berlangsung ini, anggarannya dibiayai dari APBD Kabupaten Pasuruan. Dialokasikan sekitar Rp 25 juta. Jumlah itu merupakan usulan tahun lalu atau pasca ditemukannya struktur batu bata oleh masyarakat setempat.

“Pembiayaannya dari APBD, dipergunakan untuk keperluan honor, akomodasi, transportasi dan lain-lain,” tutur Kasi Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dab Budaya (Disparbud) Kabupaten Pasuruan Ika Ratnawati.

Sementara itu, Kasun Blimbing M. Atim mengaku pihaknya bersama warga lainnya merasa lega. Pasalnya, proses eskavasi yang lama dinantinya selama ini, akhirnya terealisasi. “Ini lama ditunggu. Biar tahu lebih jelas, dan kedepan dijadikan sebagai destinasi wisata cagar budaya,” katanya. (zal/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

GEMPOL, Radar Bromo– Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim mulai menurunkan tim untuk meneliti struktur batu bata di Dusun Blimbing, Desa Bulusari, Gempol. Mulai Kamis (10/6), tim BPCB resmi melakukan eskavasi terhadap obyek diduga cagar budaya (ODCB)  tersbut.

“Dua hari lali kami sudah koordinasi dengan beberapa pihak di kantor desa setempat. Eskvasinya baru kami lakukan kemarin (10/6) hingga 10 hari kedepan, sesuai jadwal,” kata ketua tim eskavasi dari BPCB Jatim Wicaksono Dwinugroho.

Proses eskavasi yang ditempuh, ia katakana, bertujuan untuk melihat fungsi struktur batu bata. Selain itu juga untuk mengetahui hulunya darimana, serta hilirnya kemana.

Mobile_AP_Half Page

Adapun tim BPCB Jatim tim yang melakukan eskavasi berjumlah delapan orang. Di lapangan, tim juga dibantu tenaga lokal dari warga dusun setempat yang juga berjumlah delapan orang.

Bagaimana hasil penelitian sementara ? “Dilihat dari bentuknya berupa saluran air tertutup atau bisa dikatakan gorong-gorong di zaman dulu. Apakah ini mengalir ke sebuah pertirtaan atau sendang, ini sedang kami dalami,” ucapnya.

Dari dimensi ukuran batu bata yang ada, lebih besar dibandingkan struktur batu bata saluran air tertutup di Dusun Kalongan, Desa Candiwates, Prigen pada 2018 lalu.

Untuk struktur batu bata di Dusun Blimbing, panjangnya 37-38 centimeter. Lebarnya berkisar 21-22 centimeter dengan ketebalan delapan centimeter.

“Melihat bangunannya juga ukuran batu batanya, dugaan awal kami adalah peninggalan zaman pra Majapahit. Sekitar abad 10 masa Mpu Sendok atau Kerajaan Medang,” bebernya.

ODCB: Struktur batu bata di Dusun Blimbing, Desa Bulusari, Gempol yang merupakan objek diduga cagar budaya. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Adapun proses eskavasi tengah berlangsung ini, anggarannya dibiayai dari APBD Kabupaten Pasuruan. Dialokasikan sekitar Rp 25 juta. Jumlah itu merupakan usulan tahun lalu atau pasca ditemukannya struktur batu bata oleh masyarakat setempat.

“Pembiayaannya dari APBD, dipergunakan untuk keperluan honor, akomodasi, transportasi dan lain-lain,” tutur Kasi Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dab Budaya (Disparbud) Kabupaten Pasuruan Ika Ratnawati.

Sementara itu, Kasun Blimbing M. Atim mengaku pihaknya bersama warga lainnya merasa lega. Pasalnya, proses eskavasi yang lama dinantinya selama ini, akhirnya terealisasi. “Ini lama ditunggu. Biar tahu lebih jelas, dan kedepan dijadikan sebagai destinasi wisata cagar budaya,” katanya. (zal/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2