alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Pria asal Sumenep yang Tewas di Vila Sempat Booking PSK

PRIGEN, Radar Bromo – Jatuhnya Abdul Hamid, 62, asal Desa/Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, hingga tewas, membuat Sutrisno, 49, terpukul. Dia yang merupakan kawan Abdul Hamid, tersebut terlihat syok saat ditemui Radar Bromo di TKP. Beberapa kali dia terlihat menjawab pertanyaan polisi dan warga sekitar.

Sutrisno tak menyangka, nasib rekannya atau korban berakhir dengan tragis. Tewas usai terjatuh dari kamar vila tempatnya bermalam. “Saat kejadian, posisi saya tidur. Jelang subuh dibangunkan penjaga vila, memberi tahu teman saya jatuh dari jendela kamar dan meninggal,” jelas Sutrisno.

Sutrisno berujar, dia bersama korban berangkat bareng dari Sumenep, mengendarai mobil miliknya. Mobil dikemudikan Abdul Hamid. Sutrisno mengaku, dia dan korban adalah wiraswata. Rencana tujuan awal hendak beli paralon ke Sidoarjo.

Karena tokonya tutup, keduanya memutuskan tidak langsung balik ke Sumenep. Sebaliknya, mereka memilih ke Tretes untuk bermalam di vila. Keduanya lalu meluncur ke lingkungan Taman Wisata, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen.

“Di vila, kami booking dua orang cewek. Masing-masing satu orang. Selama di vila, tidak ada acara minum miras. Hanya karaoke saja, setelah itu masuk ke kamar. Dini hari, dua orang ceweknya balik pulang,” ungkapnya.

Sebelum korban didapati jatuh dari kamar vila, Sutrisno mengaku tidak punya firasat buruk. Selama di perjalanan dan di dalam vila, mereka berdua baik-baik saja.

“Tidak ada pesta miras, posisi sadar. Booking cewek, hanya tiga jam saja. Setelah itu ceweknya pulang. Tahu-tahunya ada kejadian ini, tentunya kaget dan sempat tidak percaya,” tuturnya.

PRIGEN, Radar Bromo – Jatuhnya Abdul Hamid, 62, asal Desa/Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, hingga tewas, membuat Sutrisno, 49, terpukul. Dia yang merupakan kawan Abdul Hamid, tersebut terlihat syok saat ditemui Radar Bromo di TKP. Beberapa kali dia terlihat menjawab pertanyaan polisi dan warga sekitar.

Sutrisno tak menyangka, nasib rekannya atau korban berakhir dengan tragis. Tewas usai terjatuh dari kamar vila tempatnya bermalam. “Saat kejadian, posisi saya tidur. Jelang subuh dibangunkan penjaga vila, memberi tahu teman saya jatuh dari jendela kamar dan meninggal,” jelas Sutrisno.

Sutrisno berujar, dia bersama korban berangkat bareng dari Sumenep, mengendarai mobil miliknya. Mobil dikemudikan Abdul Hamid. Sutrisno mengaku, dia dan korban adalah wiraswata. Rencana tujuan awal hendak beli paralon ke Sidoarjo.

Karena tokonya tutup, keduanya memutuskan tidak langsung balik ke Sumenep. Sebaliknya, mereka memilih ke Tretes untuk bermalam di vila. Keduanya lalu meluncur ke lingkungan Taman Wisata, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen.

“Di vila, kami booking dua orang cewek. Masing-masing satu orang. Selama di vila, tidak ada acara minum miras. Hanya karaoke saja, setelah itu masuk ke kamar. Dini hari, dua orang ceweknya balik pulang,” ungkapnya.

Sebelum korban didapati jatuh dari kamar vila, Sutrisno mengaku tidak punya firasat buruk. Selama di perjalanan dan di dalam vila, mereka berdua baik-baik saja.

“Tidak ada pesta miras, posisi sadar. Booking cewek, hanya tiga jam saja. Setelah itu ceweknya pulang. Tahu-tahunya ada kejadian ini, tentunya kaget dan sempat tidak percaya,” tuturnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/