alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 28 January 2022

Main di Sungai, Bocah MI asal Randupitu Tewas Terseret Arus  

GEMPOL, Radar BromoAktivitas MSW, 12 (inisial) bermain di sekitar sungai berujung tragedi. Pelajar kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) itu tenggelam di sungai. Ia pun ditemukan nyangkut di sebuah ranting sungai dalam kondisi sudah meninggal.

Insiden memilukan itu terjadi Minggu siang (9/1). Awalnya, tak ada warga yang tahu bahwa MSW terseret arus. Warga baru tahu usai sejumlah teman-teman MSW memberi tahu warga.

MSW yang asal Randupitu, Gempol itu hanyut di sungai perbatasan antara Desa Randupitu, Kecamatan Gempol dengan Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji. Ia baru ditemukan sekitar pukul 13.15.

Sekdes Randupitu Sifak menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal, korban bermain di sungai bersama tiga teman sebayanya. Sungai itu terletak di sebelah timur ruas jalan tol Gempol-Pandaan (Gempan).

Lalu, tiba-tiba arus sungai deras. Korban pun hanyut terbawa arus. Sementara tiga rekannya selamat. Ketiga teman korban kemudian melapor ke warga setempat. Saat itu juga, warga menyusuri sungai untuk mencari korban.

“Tidak lama kemudian, korban ketemu. Tapi, sudah meninggal. Tubuhnya ditemukan sekitar 400 meter dari tempat korban main,” terang Sifak.

Menggunakan mobil, keluarga bersama beberapa warga lantas membawa korban ke RS Asih Abyakta di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol. Keluarga ingin memastikan kondisi korban.

“Sampai di rumah sakit, korban dipastikan sudah meninggal. Saat itu juga langsung dibawa ke rumah duka dan sore harinya setelah asar dimakamkan,” bebernya.

Kanit Reskrim Polsek Gempol Iptu Khoirul Anam membenarkan kejadian itu. Korban diketahui merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. “Korban meninggal di sungai, hanyut terbawa arus. Jenazahnya tidak sempat divisum. Pihak keluarga menerima dan membuat surat pernyataan bermaterai dan menganggap kejadian ini sebagai musibah,” terangnya. (zal/hn)

 

GEMPOL, Radar BromoAktivitas MSW, 12 (inisial) bermain di sekitar sungai berujung tragedi. Pelajar kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) itu tenggelam di sungai. Ia pun ditemukan nyangkut di sebuah ranting sungai dalam kondisi sudah meninggal.

Insiden memilukan itu terjadi Minggu siang (9/1). Awalnya, tak ada warga yang tahu bahwa MSW terseret arus. Warga baru tahu usai sejumlah teman-teman MSW memberi tahu warga.

MSW yang asal Randupitu, Gempol itu hanyut di sungai perbatasan antara Desa Randupitu, Kecamatan Gempol dengan Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji. Ia baru ditemukan sekitar pukul 13.15.

Sekdes Randupitu Sifak menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal, korban bermain di sungai bersama tiga teman sebayanya. Sungai itu terletak di sebelah timur ruas jalan tol Gempol-Pandaan (Gempan).

Lalu, tiba-tiba arus sungai deras. Korban pun hanyut terbawa arus. Sementara tiga rekannya selamat. Ketiga teman korban kemudian melapor ke warga setempat. Saat itu juga, warga menyusuri sungai untuk mencari korban.

“Tidak lama kemudian, korban ketemu. Tapi, sudah meninggal. Tubuhnya ditemukan sekitar 400 meter dari tempat korban main,” terang Sifak.

Menggunakan mobil, keluarga bersama beberapa warga lantas membawa korban ke RS Asih Abyakta di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol. Keluarga ingin memastikan kondisi korban.

“Sampai di rumah sakit, korban dipastikan sudah meninggal. Saat itu juga langsung dibawa ke rumah duka dan sore harinya setelah asar dimakamkan,” bebernya.

Kanit Reskrim Polsek Gempol Iptu Khoirul Anam membenarkan kejadian itu. Korban diketahui merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. “Korban meninggal di sungai, hanyut terbawa arus. Jenazahnya tidak sempat divisum. Pihak keluarga menerima dan membuat surat pernyataan bermaterai dan menganggap kejadian ini sebagai musibah,” terangnya. (zal/hn)

 

MOST READ

BERITA TERBARU