alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Saat TPA Wonokerto Tutup, Sampah Jadi Menumpuk

PRIGEN, Radar Bromo – Penutupan sementara tempat pemrosesan akhir (TPA) Wonokerto, Sukorejo, sepekan lalu berdampak pada pembuangan sampah di desa-desa. Di Kelurahan Pecalukan misalnya, sampah menumpuk di pinggir jalan. Tepatnya, lingkungan Krajan Barat.

Warga sekitar mengeluhkan tumpukan sampah yang tidak terurus itu. Pengguna jalan pun tersengat baunya. Sebab, sampah itu tidak diambil petugas selama sepekan imbas penutupan sementara TPA Wonokerto.

”Lokasi itu memang penampungan sampah rumah tangga warga. Biasanya tidak banyak. Tapi, seminggu ini numpuk seperti gunung sampah,” ungkap Sueb, warga setempat. Warga berharap sampah itu segera dievakuasi ke TPA sampah oleh petugas.

Lurah Pecalukan Sochibulbait menjelaskan, pembuangan sampah ke TPA Wonokerto memang terhambat. Karena itu, sampah di lingkungannya juga terlambat diambil petugas. Tumpukan sampah di lahan aset kelurahan tersebut berasal dari rumah tangga di tiga RW. Masing-masing RW 1, 2, dan 3.

Semua terjadi karena keterlambatan saja. TPA Wonokerto tutup. Sampah tidak bisa dibuang ke sana. Menumpuk. ”Insyaallah segera dibuang karena TPA Wonokerto sudah beroperasi lagi,” ujar Sochibulbait. (zal/far)

PRIGEN, Radar Bromo – Penutupan sementara tempat pemrosesan akhir (TPA) Wonokerto, Sukorejo, sepekan lalu berdampak pada pembuangan sampah di desa-desa. Di Kelurahan Pecalukan misalnya, sampah menumpuk di pinggir jalan. Tepatnya, lingkungan Krajan Barat.

Warga sekitar mengeluhkan tumpukan sampah yang tidak terurus itu. Pengguna jalan pun tersengat baunya. Sebab, sampah itu tidak diambil petugas selama sepekan imbas penutupan sementara TPA Wonokerto.

”Lokasi itu memang penampungan sampah rumah tangga warga. Biasanya tidak banyak. Tapi, seminggu ini numpuk seperti gunung sampah,” ungkap Sueb, warga setempat. Warga berharap sampah itu segera dievakuasi ke TPA sampah oleh petugas.

Lurah Pecalukan Sochibulbait menjelaskan, pembuangan sampah ke TPA Wonokerto memang terhambat. Karena itu, sampah di lingkungannya juga terlambat diambil petugas. Tumpukan sampah di lahan aset kelurahan tersebut berasal dari rumah tangga di tiga RW. Masing-masing RW 1, 2, dan 3.

Semua terjadi karena keterlambatan saja. TPA Wonokerto tutup. Sampah tidak bisa dibuang ke sana. Menumpuk. ”Insyaallah segera dibuang karena TPA Wonokerto sudah beroperasi lagi,” ujar Sochibulbait. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/