alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

KM 61-77 Ruas Tol Pandaan–Malang Paling Rawan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PURWODADI, Radar BromoJalan tol Pandaan–Malang kerap memakan korban pengendara yang celaka. Baik karena mengantuk, tidak konsentrasi, sampai faktor teknis berupa ban pecah. Tapi, yang paling sering adalah akibat kendaraan melebihi batas kecepatan maksimum.

Kecelakaan maut terjadi pada Senin menjelang Subuh (7/6). Seorang dokter sekaligus kepala rumah sakit meninggal setelah mobil sedan BMW yang dikendarainya menabrak truk tronton dari belakang. Kuat dugaan mobil dr Kertodinoto Yudo itu melaju lebih dari 80 kilometer per jam.

General Manager PT Jasamarga Pandaan Malang Indrawan Agustono menjelaskan, kecelakaan di lokasi ini sering disebabkan oleh kendaraan yang melebihi batas maksimal. ”Kecepatan maksimal hanya 80 kilometer per jam,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo.

Kecepatan kendaraan, lanjut dia, bahkan sampai lebih dari 100 kilometer per jam. Akibatnya, sering terjadi laka lantas tunggal. Pengendara kehilangan kendali. Kendaraan lalu oleng dan menabrak.

”Di ruas jalan tol lain memang kecepatan maksimal 100 kilometer per jam. Tapi, untuk Pandaan–Malang hanya 80 kilometer per jam,” terang Indrawan.

Seruduk Truk di Tol Pandaan-Malang, BMW Ringsek Parah, Dokter Tewas

Mengapa? ”Karena jalurnya berada di perbukitan, juga banyak belokan,” tuturnya. Untuk kecepatan minimum, sama dengan ruas jalan tol lain. Tetap 60 kilometer per jam. Tidak boleh terlalu lambat.

Sebagai antisipasi, Jasa Marga sudah melakukan sejumlah upaya. Di antaranya, memperbanyak rambu. Terutama, rambu batas kecepatan dan pita kejut. Baik dari arah Surabaya ke Malang dan sebaliknya.

”Juga ada banner yang kami pasang di overpass. Sebagai warning sekaligus informasi pengingat pengguna jalan tol,” bebernya.

Di mana titik yang paling rawan kecelakaan? Indrawan menyebutkan, ruas tol arah Surabaya–Malang di Km 61-63. Lokasi itu masuk wilayah Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Adapun dari arah Malang ke Surabaya, titik rawan ada di Km 79–77, perbatasan Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, dengan Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

”Dua titik tersebut selama ini memang rawan laka lantas. Harus hati-hati. Perhatikan rambu-rambu dan kurangi kecepatan,” tuturnya. (zal/far)

Mobile_AP_Rectangle 1

PURWODADI, Radar BromoJalan tol Pandaan–Malang kerap memakan korban pengendara yang celaka. Baik karena mengantuk, tidak konsentrasi, sampai faktor teknis berupa ban pecah. Tapi, yang paling sering adalah akibat kendaraan melebihi batas kecepatan maksimum.

Kecelakaan maut terjadi pada Senin menjelang Subuh (7/6). Seorang dokter sekaligus kepala rumah sakit meninggal setelah mobil sedan BMW yang dikendarainya menabrak truk tronton dari belakang. Kuat dugaan mobil dr Kertodinoto Yudo itu melaju lebih dari 80 kilometer per jam.

General Manager PT Jasamarga Pandaan Malang Indrawan Agustono menjelaskan, kecelakaan di lokasi ini sering disebabkan oleh kendaraan yang melebihi batas maksimal. ”Kecepatan maksimal hanya 80 kilometer per jam,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo.

Mobile_AP_Half Page

Kecepatan kendaraan, lanjut dia, bahkan sampai lebih dari 100 kilometer per jam. Akibatnya, sering terjadi laka lantas tunggal. Pengendara kehilangan kendali. Kendaraan lalu oleng dan menabrak.

”Di ruas jalan tol lain memang kecepatan maksimal 100 kilometer per jam. Tapi, untuk Pandaan–Malang hanya 80 kilometer per jam,” terang Indrawan.

Seruduk Truk di Tol Pandaan-Malang, BMW Ringsek Parah, Dokter Tewas

Mengapa? ”Karena jalurnya berada di perbukitan, juga banyak belokan,” tuturnya. Untuk kecepatan minimum, sama dengan ruas jalan tol lain. Tetap 60 kilometer per jam. Tidak boleh terlalu lambat.

Sebagai antisipasi, Jasa Marga sudah melakukan sejumlah upaya. Di antaranya, memperbanyak rambu. Terutama, rambu batas kecepatan dan pita kejut. Baik dari arah Surabaya ke Malang dan sebaliknya.

”Juga ada banner yang kami pasang di overpass. Sebagai warning sekaligus informasi pengingat pengguna jalan tol,” bebernya.

Di mana titik yang paling rawan kecelakaan? Indrawan menyebutkan, ruas tol arah Surabaya–Malang di Km 61-63. Lokasi itu masuk wilayah Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Adapun dari arah Malang ke Surabaya, titik rawan ada di Km 79–77, perbatasan Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, dengan Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

”Dua titik tersebut selama ini memang rawan laka lantas. Harus hati-hati. Perhatikan rambu-rambu dan kurangi kecepatan,” tuturnya. (zal/far)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2