alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ada yang Tenggelam, Waduk Kemirisewu Memang Bukan Tempat Wisata

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANDAAN, Radar BromoTewasnya bocah Akhmad Fadli Moesanku, 9, pada Senin (7/6), menjadi kasus kedua di Waduk Kemirisewu. Kejadian pertama sekitar 25 tahun lalu. Danau yang berada di tengah kompleks makam Cina, di Kemirisewu, Pandaan, itu sudah ada sejak 1990.

Selasa (8/6), waduk seluas sekitar 5 ribu meter persegi itu sepi. Tak terlihat orang memancing atau anak-anak bermain di sana. Padahal, sebelum ada anak tewas tenggelam, banyak orang memancing.

Mandi di Waduk Kemirisewu, Bocah Tewas Tenggelam

”Sekarang sejak pagi sampai siang sepi sekali,” kata Muhammad, 45, warga Desa Kemirisewu, yang juga penjaga makam. Menurut dia, waduk biasanya sepi kalau musim kemarau. Sebab, biasanya air waduk berkurang. Ikannya pun tidak banyak.

Noto, 51, warga lain menambahkan, dirinya ingat korban yang tenggelam di waduk itu sekitar 25 tahun lalu adalah seorang pemuda. Dia warga Desa Sumberejo, Pandaan. Mereka tenggelam saat mandi.

Menurut dia, lokasi waduk itu sebenarnya sudah aman. Jauh dari permukiman warga. Airnya juga bermanfaat untuk irigasi. Biasanya juga dipakai buat menyiram tanah dan rumput di sekitar makam Cina. ”Jadi bukan untuk wisata,” tutur Noto. (zal/far)

Mobile_AP_Rectangle 1

PANDAAN, Radar BromoTewasnya bocah Akhmad Fadli Moesanku, 9, pada Senin (7/6), menjadi kasus kedua di Waduk Kemirisewu. Kejadian pertama sekitar 25 tahun lalu. Danau yang berada di tengah kompleks makam Cina, di Kemirisewu, Pandaan, itu sudah ada sejak 1990.

Selasa (8/6), waduk seluas sekitar 5 ribu meter persegi itu sepi. Tak terlihat orang memancing atau anak-anak bermain di sana. Padahal, sebelum ada anak tewas tenggelam, banyak orang memancing.

Mandi di Waduk Kemirisewu, Bocah Tewas Tenggelam

Mobile_AP_Half Page

”Sekarang sejak pagi sampai siang sepi sekali,” kata Muhammad, 45, warga Desa Kemirisewu, yang juga penjaga makam. Menurut dia, waduk biasanya sepi kalau musim kemarau. Sebab, biasanya air waduk berkurang. Ikannya pun tidak banyak.

Noto, 51, warga lain menambahkan, dirinya ingat korban yang tenggelam di waduk itu sekitar 25 tahun lalu adalah seorang pemuda. Dia warga Desa Sumberejo, Pandaan. Mereka tenggelam saat mandi.

Menurut dia, lokasi waduk itu sebenarnya sudah aman. Jauh dari permukiman warga. Airnya juga bermanfaat untuk irigasi. Biasanya juga dipakai buat menyiram tanah dan rumput di sekitar makam Cina. ”Jadi bukan untuk wisata,” tutur Noto. (zal/far)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2