alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Ada yang Tenggelam, Waduk Kemirisewu Memang Bukan Tempat Wisata

PANDAAN, Radar BromoTewasnya bocah Akhmad Fadli Moesanku, 9, pada Senin (7/6), menjadi kasus kedua di Waduk Kemirisewu. Kejadian pertama sekitar 25 tahun lalu. Danau yang berada di tengah kompleks makam Cina, di Kemirisewu, Pandaan, itu sudah ada sejak 1990.

Selasa (8/6), waduk seluas sekitar 5 ribu meter persegi itu sepi. Tak terlihat orang memancing atau anak-anak bermain di sana. Padahal, sebelum ada anak tewas tenggelam, banyak orang memancing.

Mandi di Waduk Kemirisewu, Bocah Tewas Tenggelam

”Sekarang sejak pagi sampai siang sepi sekali,” kata Muhammad, 45, warga Desa Kemirisewu, yang juga penjaga makam. Menurut dia, waduk biasanya sepi kalau musim kemarau. Sebab, biasanya air waduk berkurang. Ikannya pun tidak banyak.

Noto, 51, warga lain menambahkan, dirinya ingat korban yang tenggelam di waduk itu sekitar 25 tahun lalu adalah seorang pemuda. Dia warga Desa Sumberejo, Pandaan. Mereka tenggelam saat mandi.

Menurut dia, lokasi waduk itu sebenarnya sudah aman. Jauh dari permukiman warga. Airnya juga bermanfaat untuk irigasi. Biasanya juga dipakai buat menyiram tanah dan rumput di sekitar makam Cina. ”Jadi bukan untuk wisata,” tutur Noto. (zal/far)

PANDAAN, Radar BromoTewasnya bocah Akhmad Fadli Moesanku, 9, pada Senin (7/6), menjadi kasus kedua di Waduk Kemirisewu. Kejadian pertama sekitar 25 tahun lalu. Danau yang berada di tengah kompleks makam Cina, di Kemirisewu, Pandaan, itu sudah ada sejak 1990.

Selasa (8/6), waduk seluas sekitar 5 ribu meter persegi itu sepi. Tak terlihat orang memancing atau anak-anak bermain di sana. Padahal, sebelum ada anak tewas tenggelam, banyak orang memancing.

Mandi di Waduk Kemirisewu, Bocah Tewas Tenggelam

”Sekarang sejak pagi sampai siang sepi sekali,” kata Muhammad, 45, warga Desa Kemirisewu, yang juga penjaga makam. Menurut dia, waduk biasanya sepi kalau musim kemarau. Sebab, biasanya air waduk berkurang. Ikannya pun tidak banyak.

Noto, 51, warga lain menambahkan, dirinya ingat korban yang tenggelam di waduk itu sekitar 25 tahun lalu adalah seorang pemuda. Dia warga Desa Sumberejo, Pandaan. Mereka tenggelam saat mandi.

Menurut dia, lokasi waduk itu sebenarnya sudah aman. Jauh dari permukiman warga. Airnya juga bermanfaat untuk irigasi. Biasanya juga dipakai buat menyiram tanah dan rumput di sekitar makam Cina. ”Jadi bukan untuk wisata,” tutur Noto. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/