alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Ibu Dua Anak di Capang Purwodadi Tewas Tercebur Sumur

PURWODADI, Radar Bromo – Pagi masih sepi di Dusun Krajan, Desa Capang, Kecamatan Purwodadi. Seorang warga bernama Ertinah pergi ke kamar mandi. Tak lama kemudian terdengar suara ribut. Ibu korban bergegas ke dapur. Tenyata itu suara Ertinah jatuh ke sumur. Dia tewas.

Peristiwa tragis itu terjadi Jumat (8/4) sekitar pukul 08.30. Awalnya, korban Ertinah diketahui hendak mengambil air untuk mandi. Perempuan 49 tahun itu menimba di sumur belakang rumahnya.

Namun, tanpa diduga, kakinya terpeleset. ”Korban jatuh masuk sumur,” kata Kanitreskrim Polsek Purwodadi Aipda Daikhil Akbar. Ibu korban segera menjerit minta tolong. Warga sekitar langsung berdatangan. Ada yang berusaha masuk ke sumur untuk mengevakuasi korban.

Tubuh Ertina akhirnya bisa dievakuasi dari dasar sumur. Namun, nyawanya tidak tertolong. Ibu dua anak itu meninggal. Keluarga minta jenazah tidak perlu dibawa ke puskesmas atau rumah sakit. Cukup divisum luar oleh petugas puskesmas dan personel polisi.

”Tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban. Korban jatuh ke sumur karena penyakit epilepsinya kambuh,” terangnya. (zal/fun)

PURWODADI, Radar Bromo – Pagi masih sepi di Dusun Krajan, Desa Capang, Kecamatan Purwodadi. Seorang warga bernama Ertinah pergi ke kamar mandi. Tak lama kemudian terdengar suara ribut. Ibu korban bergegas ke dapur. Tenyata itu suara Ertinah jatuh ke sumur. Dia tewas.

Peristiwa tragis itu terjadi Jumat (8/4) sekitar pukul 08.30. Awalnya, korban Ertinah diketahui hendak mengambil air untuk mandi. Perempuan 49 tahun itu menimba di sumur belakang rumahnya.

Namun, tanpa diduga, kakinya terpeleset. ”Korban jatuh masuk sumur,” kata Kanitreskrim Polsek Purwodadi Aipda Daikhil Akbar. Ibu korban segera menjerit minta tolong. Warga sekitar langsung berdatangan. Ada yang berusaha masuk ke sumur untuk mengevakuasi korban.

Tubuh Ertina akhirnya bisa dievakuasi dari dasar sumur. Namun, nyawanya tidak tertolong. Ibu dua anak itu meninggal. Keluarga minta jenazah tidak perlu dibawa ke puskesmas atau rumah sakit. Cukup divisum luar oleh petugas puskesmas dan personel polisi.

”Tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban. Korban jatuh ke sumur karena penyakit epilepsinya kambuh,” terangnya. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/