Rawan Macet saat Weekend, Butuh Jalur Alternatif di Prigen

RAWAN MACET: Jalur ke Prigen yang macet saat weekend, beberapa waktu lalu. Untuk mengurai kemacetan di wilayah setempat, Pemkab Pasuruan mengajukan pembangunan jalur alternatif di wilayah setempat ke pemerintah pusat. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

PRIGEN, Radar Bromo – Meningkatnya volume kendaraan menuju wisata Prigen, membuat Pemkab Pasuruan mulai memikirkan jalur alternatif. Pembangunan jalur alternatif ini dibutuhkan untuk mengatasi kemacetan menuju kawasan wisata Prigen. Terutama saat weekend.

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka mengungkapkan, jalur menuju kawasan wisata Prigen kian dipadati kendaraan. Padatnya kendaraan itu terasa terutama saat liburan.

Hal itu bukan tanpa sebab. Berkembangnya wahana wisata di wilayah Prigen, menjadi faktornya. Selain Cimory, ada juga wisata Pintu Langit yang cukup menarik wisatawan berdatangan.

Dampaknya, kemacetan jalan raya Prigen kerap tak terhindarkan. “Kemacetan jalan raya Prigen ini terasa saat hari libur,” ungkap Hanung -sapaan Hanung Widya Sasangka-.

Kondisi itu perlu disikapi dengan pembuatan jalur-jalur alternatif menuju wisata Prigen. Pemkab sendiri sudah merencanakan beberapa alternatif jalan wisata Prigen. Hanya, dibutuhkan pendanaan yang tak sedikit untuk merealisasikannya.

Butuh dana hingga puluhan miliar rupiah dalam membangun jalan alternatif tersebut. Untuk itulah, Pemkab tidak bisa membangunnya sendiri. Dibutuhkan anggaran dari pemerintah pusat untuk merealisasikannya.

Menurut Hanung, pihaknya sudah mengusulkan pembangunan jalan Kabupaten Pasuruan untuk menunjang wisata di wilayah Barat, khususnya Prigen. Usulan itu dilayangkan ke pemerintah pusat. Diharapkannya, pembangunan jalan alternatif wisata, bisa diwujudkan pada 2021.

“Usulannya sudah kami layangkan ke pemerintah pusat. Mudah-mudahan bisa direalisasikan tahun depan,” harapnya. (one/mie)