alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Jembatan Guwo di Sekarjoho Prigen Ambrol, Sementara Gunakan Bambu

PRIGEN, Radar BromoAkses Dusun Guwo dengan Dinoyo di Desa Sekarjoho, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan sempat terputus tiga hari. Hal itu imbas ambrolnya jembatan Guwo yang jadi penghubung dua dusun itu.

Namun saat ini akses itu sudah kembali tersambung. Tapi hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Itu, setelah warga secara swadaya membangun jembatan penghubung dari bambu.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, jembatan penghubung dua dusun itu ambrol Rabu petang (3/2). Jembatan ambrol usai kawasan setempat diguyur hujan lebat, termasuk di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto, yang jadi hulu sungai setempat.

Arus yang kencang membuat jembatan setempat ambrol. “Jembatan Guwo ambrol bersamaan kejadian banjir bandang di Desa Kepulungan, Gempol. Sebelum ambrol, bagian dinding dan sayap jembatannya sudah terkikis air. Begitu hujan lebat, jembatan langsung ambrol,” kata Kades Sekarjoho Rustin.

Jembatan Guwo yang ambrol itu memiliki lebar dan panjang lima meteran. Agar warga tidak memutar jauh, dan tetap bisa melintasi jembatan setempat, Jumat (5/2) atau tiga hari pasca kejadian jembatan ambrol, warga setempat membuat jembatan darurat dari bambu.

“Sekarang, di lokasi sudah dibangun jembatan darurat dari bambu. Jadi bisa dilalui pejalan kaki dan pengendara motor. Untuk mobil dan truk, harus memutar lewat Dusun Sekarjoho. Kami berharap oleh pemda segera dibangun jembatan yang permanen,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Prigen Tri Krisni Astuti mengaku, pihaknya sudah mendapat laporan jembatan Guwo yang ambrol. Kondisi itu juga sudah disampaikan ke pihak terkait.

Jembatan Guwo yang ambrol itu pun beberapa hari lalu juga sudah disurvei  oleh tim teknis dan BPBD setempat. “Sudah masuk asesmen, tinggal menunggu pembangunan permanennya saja. Diagendakan tahun ini juga,” jelasnya. (zal/mie)

 

 

PRIGEN, Radar BromoAkses Dusun Guwo dengan Dinoyo di Desa Sekarjoho, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan sempat terputus tiga hari. Hal itu imbas ambrolnya jembatan Guwo yang jadi penghubung dua dusun itu.

Namun saat ini akses itu sudah kembali tersambung. Tapi hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Itu, setelah warga secara swadaya membangun jembatan penghubung dari bambu.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, jembatan penghubung dua dusun itu ambrol Rabu petang (3/2). Jembatan ambrol usai kawasan setempat diguyur hujan lebat, termasuk di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto, yang jadi hulu sungai setempat.

Arus yang kencang membuat jembatan setempat ambrol. “Jembatan Guwo ambrol bersamaan kejadian banjir bandang di Desa Kepulungan, Gempol. Sebelum ambrol, bagian dinding dan sayap jembatannya sudah terkikis air. Begitu hujan lebat, jembatan langsung ambrol,” kata Kades Sekarjoho Rustin.

Jembatan Guwo yang ambrol itu memiliki lebar dan panjang lima meteran. Agar warga tidak memutar jauh, dan tetap bisa melintasi jembatan setempat, Jumat (5/2) atau tiga hari pasca kejadian jembatan ambrol, warga setempat membuat jembatan darurat dari bambu.

“Sekarang, di lokasi sudah dibangun jembatan darurat dari bambu. Jadi bisa dilalui pejalan kaki dan pengendara motor. Untuk mobil dan truk, harus memutar lewat Dusun Sekarjoho. Kami berharap oleh pemda segera dibangun jembatan yang permanen,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Prigen Tri Krisni Astuti mengaku, pihaknya sudah mendapat laporan jembatan Guwo yang ambrol. Kondisi itu juga sudah disampaikan ke pihak terkait.

Jembatan Guwo yang ambrol itu pun beberapa hari lalu juga sudah disurvei  oleh tim teknis dan BPBD setempat. “Sudah masuk asesmen, tinggal menunggu pembangunan permanennya saja. Diagendakan tahun ini juga,” jelasnya. (zal/mie)

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/