Manajemen Sebut Tidak Ada PHK, Sopir Truk PT Selog Ngemis

MINTA BELAS KASIHAN: Puluhan sopir truk PT. Selog ngemis di ruas jalan nasional dengan halte PT. H.M. Sampoerna, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, Rabu (8/1) siang. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

SUKOREJO, Radar Bromo – Aksi protes sejumlah sopir truk PT Selaras Logistics Indonesia (Selog) masih berlanjut. Rabu (8/1), mereka turun ke Jalan Nasional Jurusan Malang-Surabaya di depan halte bus PT H.M. Sampoerna, di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Ternyata, aksi yang diikuti puluhan sopir truk itu bukan untuk berorasi, melainkan ngemis ke para pengguna jalan. Di sisi lain, ratusan sopir lainnya bertahan di areal parkir kendaraan barang milik PT H.M. Sampoerna yang di dalamnya terdapat puluhan truk milik PT Selog.

“Ini aksi spontanitas. Ini sengaja dilakukan para sopir karena perundingan belum juga belum ada titik temu. Bersamaan itu, untuk pemenuhan bekal selama ini tidak bekerja sejak 23 Desember kemarin,” ujar Ketua PC KEP SPSI Kabupaten Pasuruan Basuki Widodo.

Aksi itu berakhir bersamaan turunnya hujan jelang siang. Puluhan sopir itu balik kanan menuju lokasi parkir truk di areal PT H.M. Sampoerna. Bergabung bersama rekannya.

Mereka melakukan semua ini karena merasa di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sepihak oleh PT Selog. Ratusan sopir yang telah belasan tahun bekerja di PT Selog itu, sejak 23 Desember 2019 mendadak dilarang jalan atau berkerja. Padahal, mereka masih terikat perjanjian kontrak.

Mendapati permasalah ini, manajemen PT Selog angkat bicara. Manajer Area Jatim PT Selog Herta memastikan tidak ada PHK sepihak. “Tidak ada PHK sepihak, tapi memang kontraknya sudah habis. Dalam waktu dekat akan segera kami luruskan dan selesaikan,” ujarnya. (zal/rud/fun)