alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Sempat Diprotes Warga-Berhenti Sepekan, TPA Wonokerto Beroperasi Lagi

SUKOREJO, Radar Bromo – Pertengahan November lalu, sejumlah warga dari empat dusun di Desa Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, mendatangi TPA Wonokerto di Sukorejo. Mereka memprotes bau limbah yang menyebar dari sampah.

Aktivitas TPA Wonokerto pun berhenti sementara selama enam hari. Dari 1 sampai 6 Desember. Selasa (7/12), TPA anyar seluas 4,8 hektare bisa kembali beroperasi.

”Memang, enam hari di pekan pertama Desember aktivitas TPA ini berhenti sementara. Sekarang beroperasi lagi seperti biasa. Dari pagi sampai sore,” kata April, salah seorang petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan di TPA Wonokerto.

TPA ini berhenti beroperasi selama enam hari karena keluhan bau dari warga empat dusun dari Desa Oro-oro Ombo Kulon. Selama berhenti beroperasi, dilakukan perbaikan dan penanganan. Misalnya, pembersihan kolam lindi. Kemudian pengurukan lahan sel sampah di zona aktif dan pembuatan tanggul baru.

”Perbaikan dan penataan di dalam TPA sudah selesai. Jadi, aktivitas kembali normal seperti biasa,” katanya.

Menurut Kades Wonokerto Sugiono, para pemulung juga berhenti sementara beraktivitas sampah di TPA ini. Mereka rata-rata warga desa setempat. Juga dari dua desa lain di Kecamatan Rembang.

”Para pemulung dari desa sekitarnya, termasuk dari desa kami, mencari nafkah dari TPA,” katanya.

Karena telah beroperasi normal lagi, Sugiono mendesak DLH dan petugas TPA Wonokerto tertib terkait jam beroperasinya TPA. Hanya pagi sampai sore hari. Malam sepenuhnya mandek. Termasuk pemulung, tidak diperbolehkan masuk malam hari.

”Kalau tetap ada yang buang dan memungut sampah di malam hari dalam TPA, DLH harus tegas pada oknum atau petugas yang mbalela. Juga ditindak dengan sanksi,” ujarnya. (zal/far)

SUKOREJO, Radar Bromo – Pertengahan November lalu, sejumlah warga dari empat dusun di Desa Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, mendatangi TPA Wonokerto di Sukorejo. Mereka memprotes bau limbah yang menyebar dari sampah.

Aktivitas TPA Wonokerto pun berhenti sementara selama enam hari. Dari 1 sampai 6 Desember. Selasa (7/12), TPA anyar seluas 4,8 hektare bisa kembali beroperasi.

”Memang, enam hari di pekan pertama Desember aktivitas TPA ini berhenti sementara. Sekarang beroperasi lagi seperti biasa. Dari pagi sampai sore,” kata April, salah seorang petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan di TPA Wonokerto.

TPA ini berhenti beroperasi selama enam hari karena keluhan bau dari warga empat dusun dari Desa Oro-oro Ombo Kulon. Selama berhenti beroperasi, dilakukan perbaikan dan penanganan. Misalnya, pembersihan kolam lindi. Kemudian pengurukan lahan sel sampah di zona aktif dan pembuatan tanggul baru.

”Perbaikan dan penataan di dalam TPA sudah selesai. Jadi, aktivitas kembali normal seperti biasa,” katanya.

Menurut Kades Wonokerto Sugiono, para pemulung juga berhenti sementara beraktivitas sampah di TPA ini. Mereka rata-rata warga desa setempat. Juga dari dua desa lain di Kecamatan Rembang.

”Para pemulung dari desa sekitarnya, termasuk dari desa kami, mencari nafkah dari TPA,” katanya.

Karena telah beroperasi normal lagi, Sugiono mendesak DLH dan petugas TPA Wonokerto tertib terkait jam beroperasinya TPA. Hanya pagi sampai sore hari. Malam sepenuhnya mandek. Termasuk pemulung, tidak diperbolehkan masuk malam hari.

”Kalau tetap ada yang buang dan memungut sampah di malam hari dalam TPA, DLH harus tegas pada oknum atau petugas yang mbalela. Juga ditindak dengan sanksi,” ujarnya. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/