alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Penumpang Bus Antarkota Tak Wajib Swab di Terminal Pandaan

PANDAAN, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 belum berakhir. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berlaku. Namun, penumpang bus antarkota dalam provinsi (AKDP), kini masih bisa bernapas lega. Mereka tak perlu lagi menyertakan surat bukti sudah melakukan swab antigen.

Kepala Terminal Tipe A Pandaan Kriswantoro mengatakan, masyarakat pengguna transportasi umum seperti bus AKDP tidak perlu khawatir. Karena, kini sudah tidak wajibkan menunjukkan surat telah melakukan swab antigen.

Swab antigen dan surat keterangan vaksin hanya berlaku bagi penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Jika tidak memiliki keduanya, baru wajib PCR,” jelasnya.

Bagi penumpang bus AKDP, menurutnya, cukup dengan melakukan scan aplikasi PeduliLindungi dan menunjukkan kartu vaksin. Minimal telah melakukan vaksinasi dosis pertama.

Itu pun hanya berlaku bagi penumpang bus AKDP saat berada di terminal keberangkatan dan tujuan. Sedangkan, di terminal transit, seperti di Terminal Pandaan, tidak diwajibkan. Bahkan, tidak ada filternya dan cukup dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Bus AKDP kan jarak tempuhnya masih di bawah 250 kilometer. Juga durasi tempuhnya di bawah lima jam. Jadi, tidak perlu dengan swab antigen, termasuk PCR,” tuturnya.

Dengan ketentuan tersebut, maka tak heran penumpang bus AKDP tetap ramai. “Setiap hari tergolong stabil bus yang transit di Terminal Pandaan,” ujar Kriswantoro. (zal/rud)

PANDAAN, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 belum berakhir. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berlaku. Namun, penumpang bus antarkota dalam provinsi (AKDP), kini masih bisa bernapas lega. Mereka tak perlu lagi menyertakan surat bukti sudah melakukan swab antigen.

Kepala Terminal Tipe A Pandaan Kriswantoro mengatakan, masyarakat pengguna transportasi umum seperti bus AKDP tidak perlu khawatir. Karena, kini sudah tidak wajibkan menunjukkan surat telah melakukan swab antigen.

Swab antigen dan surat keterangan vaksin hanya berlaku bagi penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Jika tidak memiliki keduanya, baru wajib PCR,” jelasnya.

Bagi penumpang bus AKDP, menurutnya, cukup dengan melakukan scan aplikasi PeduliLindungi dan menunjukkan kartu vaksin. Minimal telah melakukan vaksinasi dosis pertama.

Itu pun hanya berlaku bagi penumpang bus AKDP saat berada di terminal keberangkatan dan tujuan. Sedangkan, di terminal transit, seperti di Terminal Pandaan, tidak diwajibkan. Bahkan, tidak ada filternya dan cukup dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Bus AKDP kan jarak tempuhnya masih di bawah 250 kilometer. Juga durasi tempuhnya di bawah lima jam. Jadi, tidak perlu dengan swab antigen, termasuk PCR,” tuturnya.

Dengan ketentuan tersebut, maka tak heran penumpang bus AKDP tetap ramai. “Setiap hari tergolong stabil bus yang transit di Terminal Pandaan,” ujar Kriswantoro. (zal/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/