alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Puskesmas Pandaan Punya Gardu Siaga untuk Tingkatkan Pelayanan KIA

PANDAAN, Radar Bromo – Berbagai inovasi di bidang kesehatan terus dilakukan Puskesmas Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Terutama dalam percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting.

Pada masa pandemi Covid-19, pelayanan terhadap kesehatan kepada ibu dan anak tetap maksimal. Puskesmas Pandaan berinovasi dengan Gerakan Terpadu Siap Layani Ibu dan Anak dalam Keluarga (Gardu Siaga).

Kepala UOBF Puskesmas Pandaan dr. Sudjarwo mengatakan, ada sejumlah kegiatan dalam Gardu Siaga. Di antaranya, pelayanan Antenatal Care (ANC) terpadu; pendampingan ibu hamil risiko tinggi oleh kader; persalinan aman di puskesmas; pendampingan nifas oleh kader; pendampingan neonatus risiko tinggi oleh kader dan petugas puskesmas.

Program ini melibatkan peran serta lintas program, lintas sektor, dan kader. “Tujuannya, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak,” ujarnya.

Dengan inovasi Gardu Siaga, diharapkan dapat mendeteksi secara dini risiko terhadap ibu hamil, sehingga penanganan yang tepat dapat segera dilakukan. Khususnya, kegiatan pendampingan ibu hamil risiko tinggi oleh kader kesehatan, sebagai salah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat yang dapat berperan dalam menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi.

Masyarakat, kata dr. Sudjarwo, terutama ibu hamil, perlu mendapatkan informasi tentang deteksi dini risiko tinggi dan pengenalan tanda bahaya pada kehamilan, persalinan, dan masa nifas. Serta, memerlukan persiapan yang matang untuk menghadapi proses kelahiran. Baik berupa materi, kesiapan fisik, dan mentalnya. “Supaya bisa menentukan tempat kelahiran dan mengambil keputusan tindakan pertolongan yang tepat,” katanya.

Untuk mempersiapkan kondisi ibu hamil, keluarga dan lingkungannya, menurut dr. Sudjarwo, diperlukan sosok yang paling dekat dengan masyarakat. Serta, mengerti dan memahami budaya sosial masyarakat, sehingga bisa memberikan informasi, bimbingan, dan support kepada ibu hamil dan keluarganya. “Sosok tersebut adalah Kader Kesehatan,” ujarnya.

PANDAAN, Radar Bromo – Berbagai inovasi di bidang kesehatan terus dilakukan Puskesmas Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Terutama dalam percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting.

Pada masa pandemi Covid-19, pelayanan terhadap kesehatan kepada ibu dan anak tetap maksimal. Puskesmas Pandaan berinovasi dengan Gerakan Terpadu Siap Layani Ibu dan Anak dalam Keluarga (Gardu Siaga).

Kepala UOBF Puskesmas Pandaan dr. Sudjarwo mengatakan, ada sejumlah kegiatan dalam Gardu Siaga. Di antaranya, pelayanan Antenatal Care (ANC) terpadu; pendampingan ibu hamil risiko tinggi oleh kader; persalinan aman di puskesmas; pendampingan nifas oleh kader; pendampingan neonatus risiko tinggi oleh kader dan petugas puskesmas.

Program ini melibatkan peran serta lintas program, lintas sektor, dan kader. “Tujuannya, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak,” ujarnya.

Dengan inovasi Gardu Siaga, diharapkan dapat mendeteksi secara dini risiko terhadap ibu hamil, sehingga penanganan yang tepat dapat segera dilakukan. Khususnya, kegiatan pendampingan ibu hamil risiko tinggi oleh kader kesehatan, sebagai salah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat yang dapat berperan dalam menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi.

Masyarakat, kata dr. Sudjarwo, terutama ibu hamil, perlu mendapatkan informasi tentang deteksi dini risiko tinggi dan pengenalan tanda bahaya pada kehamilan, persalinan, dan masa nifas. Serta, memerlukan persiapan yang matang untuk menghadapi proses kelahiran. Baik berupa materi, kesiapan fisik, dan mentalnya. “Supaya bisa menentukan tempat kelahiran dan mengambil keputusan tindakan pertolongan yang tepat,” katanya.

Untuk mempersiapkan kondisi ibu hamil, keluarga dan lingkungannya, menurut dr. Sudjarwo, diperlukan sosok yang paling dekat dengan masyarakat. Serta, mengerti dan memahami budaya sosial masyarakat, sehingga bisa memberikan informasi, bimbingan, dan support kepada ibu hamil dan keluarganya. “Sosok tersebut adalah Kader Kesehatan,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/