Pembangunan TPA Wonokerto Ditunda, Operasional Mundur

SUKOREJO, Radar Bromo-Rencana Pemkab Pasuruan untuk bisa segera memanfaatkan tempat pembuangan akhir (TPA) Wonokerto di Kecamatan Sukorejo, diperkirakan bakal terhambat. Itu, menyusul pembangunan infrastruktur di TPA setempat yang tersendat.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto menuturkan, pengalokasian anggaran untuk pembangunan infrastruktur di TPA Wonokerto tak bisa digulirkan. Sebelumnya, pemerintah daerah mengalokasikan dana hingga Rp 17 miliar untuk pembangunan infrastruktur di TPA setempat.

Dana itu bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2020. Program tersebut merupakan lanjutan dari tahun 2019 lalu. Karena pada tahun 2019, pemkab membangun sebagian infrastruktur di wilayah setempat dengan anggaran Rp 5 miliar.

Tahun 2020 ini, beberapa kegiatan akan dijalankan. Seperti pembangunan jembatan, IPAL, serta berbagai sarana dan prasarana penunjang lain di TPA Wonokerto tersebut.

Namun, rencana itu diperkirakan tak akan terwujud. “Karena anggarannya untuk sementara, harus dialihkan dalam penanganan Covid-19,” kata Heru –sapaannya-.

Kondisi itu pula yang kemudian berdampak terhadap rencana pemanfaatan TPA Wonokerto. Pemkab memang berencana agar TPA setempat bisa difungsikan segera. Setidaknya, tahun 2020 ini bisa dioperasionalkan.

Agar lebih maksimal, pengoperasionalannya dilakukan setelah pembangunan infrastruktur yang telah direncanakan pada 2020 diwujudkan. Sayang, karena terdampak virus korona, rencana itu tak akan direalisasikan.

“Karena pembangunannya tertunda, maka pengoperasian TPA setempat juga tidak bisa direalisasikan. Kami pun hanya bisa mengoptimalkan TPA yang ada saat ini di Kenep, Kecamatan Beji,” jelasnya. (one/mie)