alexametrics
32C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Stres, Pria Bujang di Pandaan Gantung Diri di Tengah Makam

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANDAAN, Radar Bromo – Winoto, 50, warga Desa Tunggul Wulung, Kecamatan Pandaan, membuat geger warga. Senin pagi (8/3), dia ditemukan tewas gantung diri. Dia kendat di TPU Dusun Candi, yang berjarak sekitar 500 meter dari perkampungan warga.

Saat ditemukan sekitar pukul 05.30, di bagian lehernya terikat tali tambang, yang diikatkan pada sebuah pohon di makam. Winoto mengenakan pakaian kaos warna putih, dan celana pendek selutut warna hitam.

“Sejak Minggu malam (7/3) korban memang dicari oleh keluarga dan para tetangganya, karena belum juga pulang. Ternyata ditemukan tewas gantung diri pagi harinya di tengah makam,” beber Jayadi, Kaur Perencanaan Desa Tunggul Wulung.

Sebelum ditemukan tewas gantung diri, sehari sebelumnya Winoto didapati keluar dari rumahnya dengan jalan kaki dan membawa tali tambang. Winoto selama ini hidup membujang. Dia tinggal bersama ibunya yang sudah lanjut usia. Tiap harinya sering keluar. Namun saat sore atau malam hari, Winoto selalu balik pulang atau kembali kerumahnya.

“Korban selama ini alami stres. Tali yang dibawanya saat keluar jalan kaki itulah, kemudian digunakan korban untuk gantung diri,” ucapnya.

Sesaat setelah korban ditemukan tewas gantung diri di tengah makam, Pemdes Tunggul Wulung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Pandaan. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Pandaan. Juga Koramil Pandaan, serta Satpol PP Kantor Kecamatan Pandaan tiba di lokasi kejadian.

Usai memeriksa korban saat berada di TKP, jenazah kemudian dievakuasi dan dibawah warga sekitar kerumah duka. Jenazah tidak dibawa ke rumah sakit untuk divisum, karena pihak keluarga menolak sekaligus menerima kematiannya dengan dikuatkan surat pernyataan bermaterai. Jelang siang, korban dimakamkan di TPU Dusun Candi. Atau di lokasi korban ditemukan tewas gantung diri.

“Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban saat diperiksa petugas. Keluarga keberatan di otopsi, karena menyadari korban alami gangguan jiwa atau stres,” ujar Kapolsek Pandaan Kompol Marwan Ishery Purnomo. (zal/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PANDAAN, Radar Bromo – Winoto, 50, warga Desa Tunggul Wulung, Kecamatan Pandaan, membuat geger warga. Senin pagi (8/3), dia ditemukan tewas gantung diri. Dia kendat di TPU Dusun Candi, yang berjarak sekitar 500 meter dari perkampungan warga.

Saat ditemukan sekitar pukul 05.30, di bagian lehernya terikat tali tambang, yang diikatkan pada sebuah pohon di makam. Winoto mengenakan pakaian kaos warna putih, dan celana pendek selutut warna hitam.

“Sejak Minggu malam (7/3) korban memang dicari oleh keluarga dan para tetangganya, karena belum juga pulang. Ternyata ditemukan tewas gantung diri pagi harinya di tengah makam,” beber Jayadi, Kaur Perencanaan Desa Tunggul Wulung.

Mobile_AP_Half Page

Sebelum ditemukan tewas gantung diri, sehari sebelumnya Winoto didapati keluar dari rumahnya dengan jalan kaki dan membawa tali tambang. Winoto selama ini hidup membujang. Dia tinggal bersama ibunya yang sudah lanjut usia. Tiap harinya sering keluar. Namun saat sore atau malam hari, Winoto selalu balik pulang atau kembali kerumahnya.

“Korban selama ini alami stres. Tali yang dibawanya saat keluar jalan kaki itulah, kemudian digunakan korban untuk gantung diri,” ucapnya.

Sesaat setelah korban ditemukan tewas gantung diri di tengah makam, Pemdes Tunggul Wulung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Pandaan. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Pandaan. Juga Koramil Pandaan, serta Satpol PP Kantor Kecamatan Pandaan tiba di lokasi kejadian.

Usai memeriksa korban saat berada di TKP, jenazah kemudian dievakuasi dan dibawah warga sekitar kerumah duka. Jenazah tidak dibawa ke rumah sakit untuk divisum, karena pihak keluarga menolak sekaligus menerima kematiannya dengan dikuatkan surat pernyataan bermaterai. Jelang siang, korban dimakamkan di TPU Dusun Candi. Atau di lokasi korban ditemukan tewas gantung diri.

“Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban saat diperiksa petugas. Keluarga keberatan di otopsi, karena menyadari korban alami gangguan jiwa atau stres,” ujar Kapolsek Pandaan Kompol Marwan Ishery Purnomo. (zal/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2