alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Labfor Amankan Gulungan Kabel saat Olah TKP Kebakaran Gudang

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SUKOREJO,Radar Bromo – Penyidik Polsek Sukorejo, Polres Pasuruan, terus berupaya mengungkap penyebab kebakaran di gudang rekondisi mesin rokok CV Charles Budi Tehnik. Kamis (7/1), giliran tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tiga orang dari Labfor itu datang ke TKP di Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, sekitar pukul 10.00. Mereka didampingi oleh Kapolsek, Waka Polsek, dan Kanit Reskrim Polsek Sukorejo.

DIAMANKAN: Barang bukti berupa kabel gulung dan arang yang diamankan dari TKP. (Foto: Rizal Fahmi Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Setibanya di TKP, tim masuk ke gudang melakukan penelusuran gudang dan mesin serta peralatan lainnya yang terbakar. Serta, menggali informasi seputar kejadian kebakaran kepada penjaga dan jajaran manajemen CV Charles Budi Tehnik.

“Kemarin jadwal kami padat dan baru bisa hari ini (7/1) datang ke TKP gudang yang terbakar di Sukorejo,” ujar Kompol Handy dari Tim Labfor kepada Jawa Pos Radar Bromo di TKP.

Blarrr, Gudang Mesin Produksi Rokok di Sukorejo Berkobar

Proses olah TKP berlangsung hanya sekitar satu jam. Tim dari Labfor itu juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Di antaranya, ada dua kantong plastik berisi abu arang sisa kebakaran dan gulungan kabel yang terbakar.

“Kami sudah telusuri dan cek langsung lokasi gudang yang tebakar. Juga mengamankan beberapa barang bukti. Setelah ini kami uji labkan dulu. Untuk hasil penyebab atau pemicu terjadi kebakarannya akan diketahui paling cepat tiga pekan ke depan atau bisa lebih. Saat ini belum bisa disimpulkan,” jelasnya.

Di sisi lain, Kapolsek Sukorejo AKP Akhmad Sukiyanto mengatakan, olah TKP dengan mendatangkan Tim Labfor memang harus dilakukan. Selain untuk melengkapi proses penyelidikan, juga untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakarannya. Mengingat, kerugian dari kejadian kebakaran ini ditaksir mencapai sekitarRp 20 miliar.

“Minimal sumber api dan penyebab terjadinya kebakaran dapat diketahui. Jadi, kami perlu mendatangkan tim labfor yang memang ahlinya,” ujar Akhmad. (zal/rud/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKOREJO,Radar Bromo – Penyidik Polsek Sukorejo, Polres Pasuruan, terus berupaya mengungkap penyebab kebakaran di gudang rekondisi mesin rokok CV Charles Budi Tehnik. Kamis (7/1), giliran tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tiga orang dari Labfor itu datang ke TKP di Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, sekitar pukul 10.00. Mereka didampingi oleh Kapolsek, Waka Polsek, dan Kanit Reskrim Polsek Sukorejo.

DIAMANKAN: Barang bukti berupa kabel gulung dan arang yang diamankan dari TKP. (Foto: Rizal Fahmi Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Mobile_AP_Half Page

Setibanya di TKP, tim masuk ke gudang melakukan penelusuran gudang dan mesin serta peralatan lainnya yang terbakar. Serta, menggali informasi seputar kejadian kebakaran kepada penjaga dan jajaran manajemen CV Charles Budi Tehnik.

“Kemarin jadwal kami padat dan baru bisa hari ini (7/1) datang ke TKP gudang yang terbakar di Sukorejo,” ujar Kompol Handy dari Tim Labfor kepada Jawa Pos Radar Bromo di TKP.

Blarrr, Gudang Mesin Produksi Rokok di Sukorejo Berkobar

Proses olah TKP berlangsung hanya sekitar satu jam. Tim dari Labfor itu juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Di antaranya, ada dua kantong plastik berisi abu arang sisa kebakaran dan gulungan kabel yang terbakar.

“Kami sudah telusuri dan cek langsung lokasi gudang yang tebakar. Juga mengamankan beberapa barang bukti. Setelah ini kami uji labkan dulu. Untuk hasil penyebab atau pemicu terjadi kebakarannya akan diketahui paling cepat tiga pekan ke depan atau bisa lebih. Saat ini belum bisa disimpulkan,” jelasnya.

Di sisi lain, Kapolsek Sukorejo AKP Akhmad Sukiyanto mengatakan, olah TKP dengan mendatangkan Tim Labfor memang harus dilakukan. Selain untuk melengkapi proses penyelidikan, juga untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakarannya. Mengingat, kerugian dari kejadian kebakaran ini ditaksir mencapai sekitarRp 20 miliar.

“Minimal sumber api dan penyebab terjadinya kebakaran dapat diketahui. Jadi, kami perlu mendatangkan tim labfor yang memang ahlinya,” ujar Akhmad. (zal/rud/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2