alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Dua Yoni di Dusun Telebuk Dievakuasi ke Museum

SUKOREJO, Radar Bromo – Setelah sempat tertunda selama dua bulan, benda cagar budaya berupa dua buah yoni, Selasa (6/10) akhirnya dievakuasi. Benda yang diduga kuat peninggalan Kerajaan Majapahit tersebut, dipindah dari areal persawahan yang berada di Dusun Telebuk, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo ke Museum Kabupaten Pasuruan.

Benda ini akan menjadi koleksi baru Museum Kabupaten Pasuruan yang berada di Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan. Proses evakuasi melibatkan warga sekitar, dan juga tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim. Termasuk di dalamnya dua orang arkeolog.

“Setelah menunggu lama, evakuasi dua benda yoni di Sukorejo ini baru bisa dilakukan sekarang (Selasa, Red). Dari tempat semula ditemukan, kami pindah ke museum. Untuk disimpan sekaligus menjadi koleksi milik museum,” jelas Kasi Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Pasuruan, Ika Ratnawati.

JADI KOLEKSI: Dua yoni Telebuk saat tiba di museum Kabupaten Pasuruan. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, proses evakuasi memakan waktu cukup lama. Sebab menempuh waktu hingga empat jam. Dari pukul 11.00 hingga 15.00. Evakuasi dilakukan secara manual dengan tenaga manusia, dan diangkut menggunakan pikap dari Dusun Telebuk, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo ke Museum Kabupaten Pasuruan di Pandaan.

“Yoninya digali lebih dulu sampai dasarnya. Kemudian diangkut dengan cara dipikul dari areal persawahan ke pikap yang parkir di tepi jalan. Lalu dibawa langsung ke museum di Pandaan,” imbuhnya.

Selain dua buah yoni, Disparbud Kabupaten Pasuruan juga mengevakuasi satu benda cagar budaya berupa batu lumpang. Batu ini ditemukan tak jauh dari lokasi dua buah yoni ditemukan.

Sore harinya, ketiga benda cagar budaya tersebut tiba di Museum Kabupaten Pasuruan. “Selanjutnya benda-benda cagar budaya ini kami simpan, sekaligus menjadi koleksi di museum ini,” bebernya. (zal/fun)

SUKOREJO, Radar Bromo – Setelah sempat tertunda selama dua bulan, benda cagar budaya berupa dua buah yoni, Selasa (6/10) akhirnya dievakuasi. Benda yang diduga kuat peninggalan Kerajaan Majapahit tersebut, dipindah dari areal persawahan yang berada di Dusun Telebuk, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo ke Museum Kabupaten Pasuruan.

Benda ini akan menjadi koleksi baru Museum Kabupaten Pasuruan yang berada di Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan. Proses evakuasi melibatkan warga sekitar, dan juga tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim. Termasuk di dalamnya dua orang arkeolog.

“Setelah menunggu lama, evakuasi dua benda yoni di Sukorejo ini baru bisa dilakukan sekarang (Selasa, Red). Dari tempat semula ditemukan, kami pindah ke museum. Untuk disimpan sekaligus menjadi koleksi milik museum,” jelas Kasi Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Pasuruan, Ika Ratnawati.

JADI KOLEKSI: Dua yoni Telebuk saat tiba di museum Kabupaten Pasuruan. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, proses evakuasi memakan waktu cukup lama. Sebab menempuh waktu hingga empat jam. Dari pukul 11.00 hingga 15.00. Evakuasi dilakukan secara manual dengan tenaga manusia, dan diangkut menggunakan pikap dari Dusun Telebuk, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo ke Museum Kabupaten Pasuruan di Pandaan.

“Yoninya digali lebih dulu sampai dasarnya. Kemudian diangkut dengan cara dipikul dari areal persawahan ke pikap yang parkir di tepi jalan. Lalu dibawa langsung ke museum di Pandaan,” imbuhnya.

Selain dua buah yoni, Disparbud Kabupaten Pasuruan juga mengevakuasi satu benda cagar budaya berupa batu lumpang. Batu ini ditemukan tak jauh dari lokasi dua buah yoni ditemukan.

Sore harinya, ketiga benda cagar budaya tersebut tiba di Museum Kabupaten Pasuruan. “Selanjutnya benda-benda cagar budaya ini kami simpan, sekaligus menjadi koleksi di museum ini,” bebernya. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/