alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Turunkan Ratusan Kilo Sampah dari Jalur Pendakian Arjuno-Welirang

PRIGEN, Radar Bromo – Jalur pendakian Gunung Arjuno dan Welirang segera mulai buka lagi. Setelah tutup sementara sejak 3 Juli lalu, jalur itu boleh dilalui lagi pekan depan. Rute pendakian telah dibersihkan dari sampah.

Pada Sabtu dan Minggu (4-5/9), relawan lingkungan dari Pasuruan, Mojokerto, Surabaya, warga Prigen, bersama petugas Pengamanan Hutan dari Taman Hutan Rakyat (Tahura) R. Soerjo melakukan bersih-bersih sampah di jalur pendakian. Fokusnya, wilayah Prigen dan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

”Ada tiga titik jujukan bersih-bersih sampah. Masing-masing di Kokopan, Lembah Kijang, dan Makutoromo,” kata Kepala UPT Tahura R. Soerjo Ahmad Wahyudi, Senin (6/9).

Bersih-bersih selama dua hari itu berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 40 kantong plastik besar. Totalnya, ratusan kilogram. Wahyudi menduga ratusan kilogram sampah itu merupakan bekas para pendaki. Saat naik dan turun gunung mereka bawa sampah. Lalu, membuangnya sembarangan. Ada botol plastik bekas minuman, bungkus mi instan, kopi sachet, dan bungkus makanan lain.

Dia mengaku prihatin. Sebab, di kawasan hutan dan gunung, sangat dilarang membuang sampah sembarangan. Semua harus dibawa kembali saat turun gunung. Karena ditaruh sembarangan, sampah itu terkumpul menjadi sangat banyak. Petugas dan relawan membawanya turun, lalu mengirimnya di tempat pembuangan sampah terdekat.

Bersih-bersih jalur pendakian ini bertujuan untuk merawat lingkungan hutan. Menjaga kehidupan hutan sebagai sumber air bagi manusia maupun kehidupan hayati lainnya. ”Jangan menjadi tempat pembuangan sampah,” tegas Wahyudi. (zal/far)

PRIGEN, Radar Bromo – Jalur pendakian Gunung Arjuno dan Welirang segera mulai buka lagi. Setelah tutup sementara sejak 3 Juli lalu, jalur itu boleh dilalui lagi pekan depan. Rute pendakian telah dibersihkan dari sampah.

Pada Sabtu dan Minggu (4-5/9), relawan lingkungan dari Pasuruan, Mojokerto, Surabaya, warga Prigen, bersama petugas Pengamanan Hutan dari Taman Hutan Rakyat (Tahura) R. Soerjo melakukan bersih-bersih sampah di jalur pendakian. Fokusnya, wilayah Prigen dan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

”Ada tiga titik jujukan bersih-bersih sampah. Masing-masing di Kokopan, Lembah Kijang, dan Makutoromo,” kata Kepala UPT Tahura R. Soerjo Ahmad Wahyudi, Senin (6/9).

Bersih-bersih selama dua hari itu berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 40 kantong plastik besar. Totalnya, ratusan kilogram. Wahyudi menduga ratusan kilogram sampah itu merupakan bekas para pendaki. Saat naik dan turun gunung mereka bawa sampah. Lalu, membuangnya sembarangan. Ada botol plastik bekas minuman, bungkus mi instan, kopi sachet, dan bungkus makanan lain.

Dia mengaku prihatin. Sebab, di kawasan hutan dan gunung, sangat dilarang membuang sampah sembarangan. Semua harus dibawa kembali saat turun gunung. Karena ditaruh sembarangan, sampah itu terkumpul menjadi sangat banyak. Petugas dan relawan membawanya turun, lalu mengirimnya di tempat pembuangan sampah terdekat.

Bersih-bersih jalur pendakian ini bertujuan untuk merawat lingkungan hutan. Menjaga kehidupan hutan sebagai sumber air bagi manusia maupun kehidupan hayati lainnya. ”Jangan menjadi tempat pembuangan sampah,” tegas Wahyudi. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/