alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Pedagang Pasar Wonosari Nongkojajar Keberatan Pemdes Tarik Sewa

TUTUR, Radar Bromo – Ratusan kios Pasar Desa Wonosari tengah bermasalah. Pemerintah Desa Wonosari berniat menarik biaya sewa dari pedagang. Namun, pedagang menyatakan selama ini telah membayar retribusi. Tarikan sewa dikeluhkan akan memberatkan mereka.

Pasar Desa Wonosari juga dikenal sebagai Pasar Nongkojajar, Kecamatan Tutur. Selama ini, ada sekitar 600 tempat usaha. Baik berupa ruko, kios, toko, dan bedak. Pasar tersebut merupakan aset Pemdes Wonosari. Pengelolaannya ditangani BUMDes setempat.

Namun, Pemdes Wonosari mengeluh. Sebab, meski pasar itu selalu ramai, tidak ada biaya sewa tempat berdagang yang masuk ke desa. Sejak 2011, tidak ada biaya sewa sampai sekarang.

”Pemdes kehilangan pendapatan. Tentunya dirugikan,” kata Kades Wonosari Imanuel Herlambang Santoso.

Menurut dia, biaya sewa tempat jualan bervariasi. Masing-masing diatur dalam peraturan desa (perdes) dan peraturan kepala desa (perkades). Herlambang menyatakan sudah mengirim pemberitahuan tiga kali kepada pedagang. Peringatan juga tiga kali. Namun, semuanya belum direspons pedagang.

Pemdes, lanjut dia, berharap para pedagang mengikuti arahan dan kebijakan desa. Termasuk, membayar sewa tempat usaha di Pasar Desa Wonosari yang tertunggak. Selain itu, harus menaati pengelolaan tempat usaha di Pasar Desa Wonosari.

”Jika tidak, akan diganti pedagang lain yang mau bayar sewa,” bebernya.

TUTUR, Radar Bromo – Ratusan kios Pasar Desa Wonosari tengah bermasalah. Pemerintah Desa Wonosari berniat menarik biaya sewa dari pedagang. Namun, pedagang menyatakan selama ini telah membayar retribusi. Tarikan sewa dikeluhkan akan memberatkan mereka.

Pasar Desa Wonosari juga dikenal sebagai Pasar Nongkojajar, Kecamatan Tutur. Selama ini, ada sekitar 600 tempat usaha. Baik berupa ruko, kios, toko, dan bedak. Pasar tersebut merupakan aset Pemdes Wonosari. Pengelolaannya ditangani BUMDes setempat.

Namun, Pemdes Wonosari mengeluh. Sebab, meski pasar itu selalu ramai, tidak ada biaya sewa tempat berdagang yang masuk ke desa. Sejak 2011, tidak ada biaya sewa sampai sekarang.

”Pemdes kehilangan pendapatan. Tentunya dirugikan,” kata Kades Wonosari Imanuel Herlambang Santoso.

Menurut dia, biaya sewa tempat jualan bervariasi. Masing-masing diatur dalam peraturan desa (perdes) dan peraturan kepala desa (perkades). Herlambang menyatakan sudah mengirim pemberitahuan tiga kali kepada pedagang. Peringatan juga tiga kali. Namun, semuanya belum direspons pedagang.

Pemdes, lanjut dia, berharap para pedagang mengikuti arahan dan kebijakan desa. Termasuk, membayar sewa tempat usaha di Pasar Desa Wonosari yang tertunggak. Selain itu, harus menaati pengelolaan tempat usaha di Pasar Desa Wonosari.

”Jika tidak, akan diganti pedagang lain yang mau bayar sewa,” bebernya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/