alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Warga Kemirisewu Soroti DD, Tanyakan Sarpras Cuci Tangan Rp 31 Juta

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANDAAN, Radar Bromo–Suasana balai Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (7/4) cukup berbeda. Balai desa itu dipenuhi warga. Mereka menanyakan pemanfaatan dana sepanjang tahun lalu. Mulai anggaran untuk penanganan covid, PKK dan sejumlah hal lainnya.

Rapat klarifikasi itu juga dihadiri forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkompimka) Pandaan. Mulai camat, kapolsek dan danramil.

Warga dari perwakilan beberapa juga hadir. Termasuk tokoh masyarakat, pengurus LPM dan BPD. “Penggunaan anggaran di tahun lalu, harus disampaikan secara detail dan terbuka serta masyarakat harus tahu. Dana tersebut untuk apa saja? Apakah sesuai? Tidak hanya terkait penanganan covid saja, tapi yang lain juga harus disampaikan pula biar warga tahu,” ujar Hamim, tokoh masyarakat setempat.

Hal senada juga diutarakan Yono, warga lainnya. Untuk penanganan Covid – 19 saja, di desa setempat menelan anggaran Rp 66.111.825 dari Dana Desa (DD). Salah satu itemnya berupa pengadaan sarana dan prasarana cuci tangan senilai Rp 31 juta yang dianggap tak wajar.

“Ada banyak kejanggalan dalam penggunaan anggaran atau dana di 2020 lalu. Salah satunya sarpras cuci tangan, masak habis hingga Rp 31 juta? Informasi kami dengar hanya habis Rp 9 juta saja. Sisanya kemana,” cetusnya.

Protes juga datang dari Huri, warga lainnya. Ia mengaku tak puas dengan penjelasan atau klarifikasi dari kades maupun bendahara, keduanya saling lempar tanggung jawab.

Sepanjang warga menyampaikan unek-unek atau pendapatnya, petugas dari Polsek dan Koramil Pandaan yang hadir di Balai Desa Kemiriseu, berupaya ekstra menenangkan warga. (zal/mie)

 

Mobile_AP_Rectangle 1

PANDAAN, Radar Bromo–Suasana balai Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (7/4) cukup berbeda. Balai desa itu dipenuhi warga. Mereka menanyakan pemanfaatan dana sepanjang tahun lalu. Mulai anggaran untuk penanganan covid, PKK dan sejumlah hal lainnya.

Rapat klarifikasi itu juga dihadiri forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkompimka) Pandaan. Mulai camat, kapolsek dan danramil.

Warga dari perwakilan beberapa juga hadir. Termasuk tokoh masyarakat, pengurus LPM dan BPD. “Penggunaan anggaran di tahun lalu, harus disampaikan secara detail dan terbuka serta masyarakat harus tahu. Dana tersebut untuk apa saja? Apakah sesuai? Tidak hanya terkait penanganan covid saja, tapi yang lain juga harus disampaikan pula biar warga tahu,” ujar Hamim, tokoh masyarakat setempat.

Mobile_AP_Half Page

Hal senada juga diutarakan Yono, warga lainnya. Untuk penanganan Covid – 19 saja, di desa setempat menelan anggaran Rp 66.111.825 dari Dana Desa (DD). Salah satu itemnya berupa pengadaan sarana dan prasarana cuci tangan senilai Rp 31 juta yang dianggap tak wajar.

“Ada banyak kejanggalan dalam penggunaan anggaran atau dana di 2020 lalu. Salah satunya sarpras cuci tangan, masak habis hingga Rp 31 juta? Informasi kami dengar hanya habis Rp 9 juta saja. Sisanya kemana,” cetusnya.

Protes juga datang dari Huri, warga lainnya. Ia mengaku tak puas dengan penjelasan atau klarifikasi dari kades maupun bendahara, keduanya saling lempar tanggung jawab.

Sepanjang warga menyampaikan unek-unek atau pendapatnya, petugas dari Polsek dan Koramil Pandaan yang hadir di Balai Desa Kemiriseu, berupaya ekstra menenangkan warga. (zal/mie)

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2