alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Mancing di Tepi Rel, Warga Legok di Gempol Tewas Tertabrak Kereta Api

GEMPOL, Radar Bromo – Nasib malang menimpa Didik Sumardi, 65. Warga Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol yang seharinya jualan kopi ini, tewas tertabrak kereta api (KA) Penataran, di jalur perlintasan di Dusun Patuk, Desa/Kecamatan Gempol. Ironisnya, insiden itu dialami korban saat dia memancing, Minggu pagi (7/2).

Informasi yang diperoleh radarbromo.jawapos.com, insiden ini sekitar pukul 06.15. Dia tertabrak KA Penataran jurusan Malang –Surabaya dengan Nomor Loko 448, yang dimasinisi Cahyo Rendi, dengan asistennya Kedar.

Sebelum tertabrak, pagi itu korban memang mancing di tepi rel KA sisi timur perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu. “Kereta apinya berjalan dari arah timur ke barat, korban terlihat mancing di atas jembatan tepi rel KA. Langsung tertabrak bodi KA,” terang Hamid, salah seorang warga setempat.

Jasad korban pasca kejadian, tubuh korban didapati tergeletak di tepi rel KA sisi sebelah selatan. Kondisinya luka–luka parah, pada kaki dan kepalanya. Ini karena korban sempat terseret bodi KA dan akhirnya terpental. Saat itu jenazahnya tergeletak di tepi rel, yang berjarak sekitar 40 meter dari posisi awal mancing.

“Korban tidak sedang jalan atau nyeberang diatas rel. Tapi mancing di tepi rel, dan akhirnya terjadilah peristiwa ini,” bebernya.

Tak lama kemudian, petugas Polsek Gempol tiba di lokasi kejadian dengan ambulans Puskesmas Gempol. Setibanya di TKP, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke kamar mayat RS. Bhayangkara, Watukosek, Gempol.

Sebelum dievakuasi, menjadi perhatian warga sekitar serta pengguna jalan yang melintas. Warga berusaha melihat dari dekat jasad korban, namun dihalau oleh petugas agar tidak mendekat. (zal/fun)

GEMPOL, Radar Bromo – Nasib malang menimpa Didik Sumardi, 65. Warga Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol yang seharinya jualan kopi ini, tewas tertabrak kereta api (KA) Penataran, di jalur perlintasan di Dusun Patuk, Desa/Kecamatan Gempol. Ironisnya, insiden itu dialami korban saat dia memancing, Minggu pagi (7/2).

Informasi yang diperoleh radarbromo.jawapos.com, insiden ini sekitar pukul 06.15. Dia tertabrak KA Penataran jurusan Malang –Surabaya dengan Nomor Loko 448, yang dimasinisi Cahyo Rendi, dengan asistennya Kedar.

Sebelum tertabrak, pagi itu korban memang mancing di tepi rel KA sisi timur perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu. “Kereta apinya berjalan dari arah timur ke barat, korban terlihat mancing di atas jembatan tepi rel KA. Langsung tertabrak bodi KA,” terang Hamid, salah seorang warga setempat.

Jasad korban pasca kejadian, tubuh korban didapati tergeletak di tepi rel KA sisi sebelah selatan. Kondisinya luka–luka parah, pada kaki dan kepalanya. Ini karena korban sempat terseret bodi KA dan akhirnya terpental. Saat itu jenazahnya tergeletak di tepi rel, yang berjarak sekitar 40 meter dari posisi awal mancing.

“Korban tidak sedang jalan atau nyeberang diatas rel. Tapi mancing di tepi rel, dan akhirnya terjadilah peristiwa ini,” bebernya.

Tak lama kemudian, petugas Polsek Gempol tiba di lokasi kejadian dengan ambulans Puskesmas Gempol. Setibanya di TKP, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke kamar mayat RS. Bhayangkara, Watukosek, Gempol.

Sebelum dievakuasi, menjadi perhatian warga sekitar serta pengguna jalan yang melintas. Warga berusaha melihat dari dekat jasad korban, namun dihalau oleh petugas agar tidak mendekat. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/