Museum Kab Pasuruan Masih Tutup untuk Umum, Tunggu Peralatan dari Dinkes Sebelum Dibuka

PANDAAN, Radar Bromo – Bersamaan dengan adanya pandemi Covid-19, Museum Kabupaten Pasuruan, ditutup sejak 16 Maret lalu. Sejauh ini, museum yang berlokasi di Kawasan Pasar Wisata Cheng Hoo, Kecamatan Pandaan, itu belum ada kepastian kapan akan kembali dibuka untuk umum.

“Saat ini masih tutup sementara dan kami upayakan bulan ini sudah dibuka kembali untuk umum. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Kabid Seni dan Budaya Disparbud Kabupaten Pasuruan, Nurul Hudayati.

RENCANA DIBUKA: Pemotor melintas di depan museum. (Foto: Rizal Fahmi Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Kepastian kapan dibukanya kembali museum yang beroperasi sejak 19 Mei 2019 itu, Nurul mengaku masih menunggu sejumlah peralatan dari Dinkes Kabupaten Pasuruan. Adanya ejumlah peralatan itu untuk mendukung diterapkannya protokol kesehatan di museum. Seperti thermo gun serta alat semprot sekaligus disinfektannya. Juga kelengkapan alat pelindung diri (APD) untuk petugas.

Nurul mengaku, sebelumnya terkait peralatan untuk protokol kesehatan ini, sudah diajukan secara resmi ke Dinkes. Namun, sampai kemarin belum turun. “Kalau peralatannya sudah turun, langsung akan dicoba sekaligus simulasi dulu. Baru kemudian dibuka kembali untuk umum. Tentunya, akan ada pembatasan pengunjung,” ujarnya.

Terkait peralatan yang dimaksud Nurul, kemarin Jawa Pos Radar Bromo berusaha mendapatkan keterangan dari Kepala Dinkes Kabupaten Pasuruan, Ani Latifa. Namun, ketika dihubungi melalui selulernya yang bersangkutan belum merespons. (zal/rud/fun)