Bertahun-tahun JPO Bypass Gempol Mangkrak

GEMPOL, Radar Bromo – Kondisi jembatan penyeberangan orang (JPO) di ruas Bypass Gempol masuk Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, kian tak terurus. Jembatan itu dibiarkan kusam dan jarang dimanfaatkan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo kemarin, kondisi jembatan penyeberangan yang terbuat dari besi itu masih berdiri kokoh. Namun, jembatan itu tak lagi utuh. Sejumlah pagar atau pembatasnya sudah raib.

Kondisi jembatan yang dilengkapi landasan untuk kendaraan roda dua itu juga berkarat. Catnya sudah mengelupas. Dasar jembatan juga tampak bolong-bolong.

Dengan kondisi seperti itu, jembatan itu kini layaknya monumen. Jarang dimanfaatkan oleh warga setempat. Warga memilih menyeberang biasa di jembatan lantaran arus lalu lintasnya juga tak terlalu padat. Baik itu pejalan kaki maupun pengendara roda dua.

“Jembatan penyebrangan di tempat kami ini seperti monumen, tinggal bangunan fisiknya saja. Kondisinya tidak terawat, juga tak dimanfaatkan warga lagi,” ujar Kadafi, warga Dusun Sejo, Desa Karangrejo.

Menurutnya, kondisi itu sudah berlangsung bertahun-tahun. Atau persisnya sejak tol Surabaya-Gempol terputus karena Lumpur Lapindo dulu. Sejak saat itu, arus lalu lintas di Bypass Gempol agak sepi, kondisi jembatan pun tak terurus.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka menyebut, JPO di Bypass Gempol yang mangkrak itu bukan aset Pemkab Pasuruan. Sebab, lokasinya berada di atas ruas jalan nasional.

Lantaran itu, pemkab selama ini tak pernah mengucurkan anggaran untuk pemeliharaan JPO itu. “Kewenangan perbaikan atau pemeliharaannya ada di Bina Marga Pemprov Jatim karena merupakan asetnya. Kalau kami memaksakan, jadi salah kaprah dan tumpang tindih,” jelasnya.

Terkait kondisinya yang mangkrak, pemkab disebutkan hanya bisa memberi tahu ke Bina Marga Pemprov terkait keberadaan JPO itu. Apakah nantinya dibongkar atau diperbaiki, disebutkan bakal jadi tanggung jawab Bina Marga Pemprov. (zal/mie)