Polemik Sampah di Pasar Tutur, Ini Penanganan Sementaranya

TUTUR, Radar Bromo – Polemik sampah dari Pasar Desa Nongkojajar yang dibuang di lahan hutan produksi milik perhutani, Dusun Nongkojajar, Desa Wonosari, Tutur jadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat. Saat ini, tumpukan sampah itu telah dievakuasi.

Sebelumnya, Jumat lalu (3/4) polemik sampah itu memuncak. Warga dan pengguna jalan yang kesal, mengusung kembali sampah-sampah itu untuk ditaruh di tepi jalan depan kantor Kecamatan Tutur dan pasar desa.

“Jumat sore (3/4) sampah yang berserakan di tepi jalan sudah dievakuasi semua dan dibawa ke TPA (tempat pembuangan akhir). Sabtunya (4/4), kami lanjut mengevakuasi lagi tumpukan sampah yang tersisa di depan pagar bambu di lahan Perhutani,” terang Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Non B3 DLH Kabupaten Pasuruan Suprapto.

JADI POLEMIK: Tumpukan sampah dari pasar desa di lahan Perhutani saat dibawa ke TPA Kenep. (DLH for Radar Bromo)

 

Usai sampah berhasil dibersihkan, ke depan sampah dari pasar desa, ditimbun sementara 2-3 hari dalam glangsing yang disepakati di area pasar sayur.

“Upaya jangka pendek, sampah yang ditampung sementara di pasar sayur akan diangkut ke TPA Kenep, oleh pihak desa. Mulai Selasa besok (7/4) dan seterusnya, diangkut dengan menggunakan pikap,” ujarnya.

Diketahui, polemik tumpukan sampah di hutan produksi Tutur mencapai puncaknya. Jumat (3/4), warga memindahkan sampah itu ke depan pasar dan kantor Kecamatan Tutur.

Rencananya, pekan ini bakal dilakukan memorandum of understanding (MoU) antara Pemdes Wonosari dengan DLH Kabupaten Pasuruan. MoU itu terkait mekanisme pengelolaan sampah setempat.

Terkait penanganan jangka panjang, DLH mendukung program Desa Wonosari yang secepatnya menyiapkan lahan untuk TPS 3R (reuse, reduce, recycle) permanen. “Tentunya untuk menangani skala desa, biar lebih maksimal,” harapnya. (zal/mie)