alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

PPKM Mikro, Okupansi Hotel di Pasuruan Masih Rendah

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PRIGEN, Radar Bromo – Bisnis perhotelan di Pasuruan sejauh ini masih lesu. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro masih membuat okupansi hotel di Kota dan Kabupaten Pasuruan masih minim.

“Selama PPKM Mikro, fakta di lapangan, okupansi hotel belum ada perubahan. Masih rendah, tetap sepi,” ujar Kepala Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Pasuruan Djoko Widodo.

Meski telah menerapkan aturan protokol kesehatan ketat dan sejumlah promo, namun tingkat hunian sejumlah hotel masih belum terkerek. “Saat ini persentasenya untuk okupansi masih 10-15 persen. Rata-rata tamu hotel yang reservasi 4-5 kamar. Mentok paling banyak 10 kamar dari kapasitas masing-masing hotel yang ada. Baik bintang maupun nonbintang,” ungkap Djoko.

Diakui Djoko, pandemi yang belum berlalu jadi faktor utama sepinya sejumlah hotel itu. Mobilitas orang untuk bepergian masih minim. Sehingga, warga yang wisata dan menginap di hotel pun turun drastis.

“Fakta di lapangan memang begitu. Hal sama juga dialami di sektor lainnya. Kami berharap pemerintah memberikan sejumlah stimulus, agar okupansi hotel ada sedikit peningkatan. Minimal stabillah,” harapnya. (zal/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

PRIGEN, Radar Bromo – Bisnis perhotelan di Pasuruan sejauh ini masih lesu. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro masih membuat okupansi hotel di Kota dan Kabupaten Pasuruan masih minim.

“Selama PPKM Mikro, fakta di lapangan, okupansi hotel belum ada perubahan. Masih rendah, tetap sepi,” ujar Kepala Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Pasuruan Djoko Widodo.

Meski telah menerapkan aturan protokol kesehatan ketat dan sejumlah promo, namun tingkat hunian sejumlah hotel masih belum terkerek. “Saat ini persentasenya untuk okupansi masih 10-15 persen. Rata-rata tamu hotel yang reservasi 4-5 kamar. Mentok paling banyak 10 kamar dari kapasitas masing-masing hotel yang ada. Baik bintang maupun nonbintang,” ungkap Djoko.

Mobile_AP_Half Page

Diakui Djoko, pandemi yang belum berlalu jadi faktor utama sepinya sejumlah hotel itu. Mobilitas orang untuk bepergian masih minim. Sehingga, warga yang wisata dan menginap di hotel pun turun drastis.

“Fakta di lapangan memang begitu. Hal sama juga dialami di sektor lainnya. Kami berharap pemerintah memberikan sejumlah stimulus, agar okupansi hotel ada sedikit peningkatan. Minimal stabillah,” harapnya. (zal/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2