alexametrics
24.3 C
Probolinggo
Monday, 8 August 2022

Jembatan Penyeberangan Bypass Gempol di Kejapanan Lebih Baik Dibongkar

GEMPOL, Radar BromoJembatan penyeberangan orang (JPO) di jalan Bypass Gempol meresahkan warga dan pemerintah desa setempat. Kades Kejapanan Rendi Saputra mendesak jembatan dengan konstruksi besi itu dibongkar saja. Sudah mangkrak bertahun-tahun. Berbahaya bila tiba-tiba ambruk.

Lokasi jembatan penyeberangan itu ada di Dusun Tawangsari, Desa Kejapanan, Gempol. Jembatan tersebut dibangun puluhan tahun yang lalu. Bersamaan dengan beroperasinya ruas jalan tol Waru–Gempol saat itu. Ketika itu, kendaraan yang keluar dari tol Porong pasti melewati Bypass Gempol jika hendak menuju Pandaan dan Malang. Lalu lintas sangat ramai.

Sekarang, kondisi jembatan memprihatinkan. Selain tidak terawat, posisinya tidak lagi difungsikan untuk penyeberangan oleh warga sekitar. Sebab, arus lalu lintas di Bypass Gempol sudah tidak seramai dulu. Saat belum ada jalan tol Gempol—Pandaan dan Gempol—Pasuruan. Lebih-lebih, jalan tol Waru—Gempol yang dulu melewati Porong sudah tidak dipakai lagi. Jalan tol itu terdampak lumpur panas di Porong.

”Jembatan penyeberangannya sekarang mangkrak. Sudah tidak dimanfaatkan warga untuk menyeberang. Tidak terawat dan rawan ambruk,” terang Rendi Saputra.

Karena kondisinya sudah seperti itu, warga justru enggan dan takut menyeberang lewat jembatan. Daripada terjadi apa-apa. Pemdes setempat mendesak instansi terkait untuk segera membongkar saja jembatan penyeberangan di bypass tersebut.

”Kami sudah melayangkan surat ke Surabaya agar jembatan penyeberangan di Tawangsari dibongkar,” ujarnya. Namun, hingga sekarang, belum ada realisasi pembongkaran.

GEMPOL, Radar BromoJembatan penyeberangan orang (JPO) di jalan Bypass Gempol meresahkan warga dan pemerintah desa setempat. Kades Kejapanan Rendi Saputra mendesak jembatan dengan konstruksi besi itu dibongkar saja. Sudah mangkrak bertahun-tahun. Berbahaya bila tiba-tiba ambruk.

Lokasi jembatan penyeberangan itu ada di Dusun Tawangsari, Desa Kejapanan, Gempol. Jembatan tersebut dibangun puluhan tahun yang lalu. Bersamaan dengan beroperasinya ruas jalan tol Waru–Gempol saat itu. Ketika itu, kendaraan yang keluar dari tol Porong pasti melewati Bypass Gempol jika hendak menuju Pandaan dan Malang. Lalu lintas sangat ramai.

Sekarang, kondisi jembatan memprihatinkan. Selain tidak terawat, posisinya tidak lagi difungsikan untuk penyeberangan oleh warga sekitar. Sebab, arus lalu lintas di Bypass Gempol sudah tidak seramai dulu. Saat belum ada jalan tol Gempol—Pandaan dan Gempol—Pasuruan. Lebih-lebih, jalan tol Waru—Gempol yang dulu melewati Porong sudah tidak dipakai lagi. Jalan tol itu terdampak lumpur panas di Porong.

”Jembatan penyeberangannya sekarang mangkrak. Sudah tidak dimanfaatkan warga untuk menyeberang. Tidak terawat dan rawan ambruk,” terang Rendi Saputra.

Karena kondisinya sudah seperti itu, warga justru enggan dan takut menyeberang lewat jembatan. Daripada terjadi apa-apa. Pemdes setempat mendesak instansi terkait untuk segera membongkar saja jembatan penyeberangan di bypass tersebut.

”Kami sudah melayangkan surat ke Surabaya agar jembatan penyeberangan di Tawangsari dibongkar,” ujarnya. Namun, hingga sekarang, belum ada realisasi pembongkaran.

MOST READ

BERITA TERBARU

/