alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Survei Trayek yang Mati Suri sebelum Mengganti Rute

PASURUAN, Radar Bromo – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan menyiapkan survei terhadap trayek yang ada di daerahnya. Survei ini bertujuan untuk menghidupkan beberapa trayek yang masih ada ataupun mati suri.

Kasi Angkutan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan Kristanto mengatakan, survei ini tujuannya untuk memutar atau mengganti trayek. Baik yang ada ataupun yang telah matisuri. Sehingga, diharapkan mampu untuk menghidupkan beberapa trayek.”Memutar merubah trayek. Baik yang sudah ada maupun yang baru,” ungkapnya.

Dari data yang didapat Jawa Pos Radar Bromo, sejumlah trayek angkutan umum di Kabupaten Pasuruan mati suri. Trayek yang dulunya digunakan rute untuk Mobil Penumpang Umum (MPU) itu, Kini hanya tinggal nama tanpa ada MPU yang melewatinya.

Pada 2009 misalnya, ada 33 trayek yang dilalui MPU. Pada 2015, jumlah itu menyusut dratis hanya tinggal 20 trayek. Kemudian pada 2020 kembali terjadi penyusutan yang cukup signifikan hanya tinggal 12 trayek.

Sementara ini, trayek yang tersisa kebanyakan berada di wilayah barat. Sedangkan untuk wilayah timur hanya beberapa saja. Karena itu, pihaknya berencana untuk melakukan mengkaji ulang keberadaan trayek. Keberadaan trayek tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga, nanti trayek yang banyak diminati masyarakat akan dihidupkan kembali.

“Mengkaji dan menata kembali jaringan trayek yang ada, disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Ini kami anggarkan pada dengan anggaran Rp 100 juta,” tandasnya. (sid/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan menyiapkan survei terhadap trayek yang ada di daerahnya. Survei ini bertujuan untuk menghidupkan beberapa trayek yang masih ada ataupun mati suri.

Kasi Angkutan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan Kristanto mengatakan, survei ini tujuannya untuk memutar atau mengganti trayek. Baik yang ada ataupun yang telah matisuri. Sehingga, diharapkan mampu untuk menghidupkan beberapa trayek.”Memutar merubah trayek. Baik yang sudah ada maupun yang baru,” ungkapnya.

Dari data yang didapat Jawa Pos Radar Bromo, sejumlah trayek angkutan umum di Kabupaten Pasuruan mati suri. Trayek yang dulunya digunakan rute untuk Mobil Penumpang Umum (MPU) itu, Kini hanya tinggal nama tanpa ada MPU yang melewatinya.

Pada 2009 misalnya, ada 33 trayek yang dilalui MPU. Pada 2015, jumlah itu menyusut dratis hanya tinggal 20 trayek. Kemudian pada 2020 kembali terjadi penyusutan yang cukup signifikan hanya tinggal 12 trayek.

Sementara ini, trayek yang tersisa kebanyakan berada di wilayah barat. Sedangkan untuk wilayah timur hanya beberapa saja. Karena itu, pihaknya berencana untuk melakukan mengkaji ulang keberadaan trayek. Keberadaan trayek tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga, nanti trayek yang banyak diminati masyarakat akan dihidupkan kembali.

“Mengkaji dan menata kembali jaringan trayek yang ada, disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Ini kami anggarkan pada dengan anggaran Rp 100 juta,” tandasnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/