alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

BBWS Brantas Sebut Banjir Bandang Kepulungan Terjadi Akibat Ini

GEMPOL, Radar Bromo- Banjir di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi. Ditambah buruknya daerah aliran sungai (DAS), sehingga menyebabkan Sungai Kambeng meluap.

Penegasan ini disampaikan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melalui Ariyanto sebagai PPK operasional Sidoarjo IV dan tim TRC. Ariyanto pun survei ke Sungai Kambeng, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, pagi kemarin (4/2).

“Banjir di Kepulungan, Kecamatan Gempol, ini terjadi karena intensitas hujan yang tinggi,” katanya.

Pada Rabu (3/2), intensitas curah hujan di hulu Sungai Kambeng tinggi. Yaitu di wilayah Prigen dan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Hujan terjadi sekitar empat jam, mulai pukul 14.00 sampai 18.00.

“Jadi, hujan deras selama empat jam terjadi di hulu sungai. Ditambah hujan lebat di wilayah lokal sekitaran Pandaan dan Gempol  sejak pukul 16.00,” bebernya.

Akibatnya, sore menjelang petang air sungai Kambeng meluap. Menyebabkan permukiman tergenang dengan ketinggian antara 40-60 sentimeter.

Khusus di Kampung Genuk Watu, Dusun Kepulungan 2, banjir yang terjadi paling parah dengan ketinggian 1 meter. Lokasinya di seberang sungai Kambeng, yaitu di timur jalan nasional.

Jalan nasional pun ikut tergenang akibat meluapnya sungai Kambeng. Sepanjang 300 meter jalan nasional tergenang dengan ketinggian air 20-30 sentimeter. Sedangkan jalan permukiman tergenang sepanjang 500 meter dengan ketinggian hingga 60 sentimeter.

“Selain curah hujan tinggi di hulu dan di wilayah lokal, penyebab lain banjir karena kondisi DAS juga buruk. Sungai Kambeng sendiri merupakan anak sungai yang masuk wilayah Sungai Brantas,” bebernya.

Karena itu, Rabu malam setelah banjir tim dari BBWS  Brantas langsung diterjunkan ke lokasi sungai Kambeng yang meluap. Mereka juga mendatangi permukiman warga yang terdampak banjir.

DIBERSIHKAN: Para petugas gabungan BPBD dan Dinas PU Pengairan membersihkan tumpukan sampah di bawah jembatan Kepulungan, Kamis (4/2) siang. Tersumbatnya aliran sungai ini diduga kuat sebagai penyebab melubernya luapan sungai ke pemukiman warga di Dusun Genuk Watu, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

BBWS datang dengan mengerahkan alat berat berupa satu unit ekskavator, mobil lighting, dan mobil pompa. Semuanya disiagakan di Desa Kepulungan.

“Untuk saat ini kami fokus evakuasi material di tepian sungai dan Dam Kepulungan. Rencana berikutnya menunggu instruksi pimpinan atau kepala BBWS Brantas,” ucapnya.

Terpisah, Sekda Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya saat sidak ke lokasi bersama sejumlah kepala OPD menegaskan, pihaknya akan memasang sandbag untuk antisipasi susulan meluapnya sungai Kambeng. Menurutnya, ini adalah antisipasi jangka pendek yang bisa dilakukan.

“Nanti di tepian sungai Kambeng di Dusun Kepulungan Dua segera dipasang sandbag. Biar tidak meluap dan mengalir ke Kampung Genuk Watu,” ujarnya.

Selain itu, dilakukan evakuasi material berupa sampah, ranting, kayu, dan lainnya yang terseret banjir. Evakuasi dilakukan bersama BBPJN VIII, Dinas Bina Marga Pemprov Jatim, dan BBWS Brantas. (zal/fun)

GEMPOL, Radar Bromo- Banjir di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi. Ditambah buruknya daerah aliran sungai (DAS), sehingga menyebabkan Sungai Kambeng meluap.

Penegasan ini disampaikan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melalui Ariyanto sebagai PPK operasional Sidoarjo IV dan tim TRC. Ariyanto pun survei ke Sungai Kambeng, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, pagi kemarin (4/2).

“Banjir di Kepulungan, Kecamatan Gempol, ini terjadi karena intensitas hujan yang tinggi,” katanya.

Pada Rabu (3/2), intensitas curah hujan di hulu Sungai Kambeng tinggi. Yaitu di wilayah Prigen dan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Hujan terjadi sekitar empat jam, mulai pukul 14.00 sampai 18.00.

“Jadi, hujan deras selama empat jam terjadi di hulu sungai. Ditambah hujan lebat di wilayah lokal sekitaran Pandaan dan Gempol  sejak pukul 16.00,” bebernya.

Akibatnya, sore menjelang petang air sungai Kambeng meluap. Menyebabkan permukiman tergenang dengan ketinggian antara 40-60 sentimeter.

Khusus di Kampung Genuk Watu, Dusun Kepulungan 2, banjir yang terjadi paling parah dengan ketinggian 1 meter. Lokasinya di seberang sungai Kambeng, yaitu di timur jalan nasional.

Jalan nasional pun ikut tergenang akibat meluapnya sungai Kambeng. Sepanjang 300 meter jalan nasional tergenang dengan ketinggian air 20-30 sentimeter. Sedangkan jalan permukiman tergenang sepanjang 500 meter dengan ketinggian hingga 60 sentimeter.

“Selain curah hujan tinggi di hulu dan di wilayah lokal, penyebab lain banjir karena kondisi DAS juga buruk. Sungai Kambeng sendiri merupakan anak sungai yang masuk wilayah Sungai Brantas,” bebernya.

Karena itu, Rabu malam setelah banjir tim dari BBWS  Brantas langsung diterjunkan ke lokasi sungai Kambeng yang meluap. Mereka juga mendatangi permukiman warga yang terdampak banjir.

DIBERSIHKAN: Para petugas gabungan BPBD dan Dinas PU Pengairan membersihkan tumpukan sampah di bawah jembatan Kepulungan, Kamis (4/2) siang. Tersumbatnya aliran sungai ini diduga kuat sebagai penyebab melubernya luapan sungai ke pemukiman warga di Dusun Genuk Watu, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

BBWS datang dengan mengerahkan alat berat berupa satu unit ekskavator, mobil lighting, dan mobil pompa. Semuanya disiagakan di Desa Kepulungan.

“Untuk saat ini kami fokus evakuasi material di tepian sungai dan Dam Kepulungan. Rencana berikutnya menunggu instruksi pimpinan atau kepala BBWS Brantas,” ucapnya.

Terpisah, Sekda Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya saat sidak ke lokasi bersama sejumlah kepala OPD menegaskan, pihaknya akan memasang sandbag untuk antisipasi susulan meluapnya sungai Kambeng. Menurutnya, ini adalah antisipasi jangka pendek yang bisa dilakukan.

“Nanti di tepian sungai Kambeng di Dusun Kepulungan Dua segera dipasang sandbag. Biar tidak meluap dan mengalir ke Kampung Genuk Watu,” ujarnya.

Selain itu, dilakukan evakuasi material berupa sampah, ranting, kayu, dan lainnya yang terseret banjir. Evakuasi dilakukan bersama BBPJN VIII, Dinas Bina Marga Pemprov Jatim, dan BBWS Brantas. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/