alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 28 January 2022

Optimistis Investasi di Kab Pasuruan Bisa Tembus Rp 10 Triliun

PANDAAN, Radar Bromo – Pandemi memang belum berlalu. Walau begitu, Pemkab Pasuruan berani mematok target pertumbuhan investasi bakal tetap tinggi. Sebab kurun waktu dua tahun yakni 2020 dan 2021, nilai investasi terbilang positif.

Tahun 2020, target awal pertumbuhan investasi mulanya ditarget hanya Rp 9,6 triliun. Namun realiasinya berhasil tembus hingga 104,53 persen. Di tahun 2021, targetnya naik atau lebih besar sedikit dari tahun kemarin yakni, Rp 10 triliun. (lihat grafis)

“Tahun ini untuk investasi kami optimistis bisa memenuhi target. Akhir Oktober, realisasinya tembus Rp 6.361.030.469.903 atau 63,6 persen. Belum ditambah dengan dua bulan sisanya, akan diketahui saat akhir Desember ini,” beber kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Pasuruan Eddy Supriyanto.

Untuk investasi yang masuk, terbagi dengan Perusahaan Modal Asing (PMA). Dintaranya berasal dari Belanda dan Tiongkok. Disusul Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN) dari Surabaya, Sidoarjo dan Jakarta. Sisanya berupa usaha mikro kecil dan perorangan.

Lokasi tempatnya menyebar hampir merata di semua kecamatan yang ada. Namun paling dominan, tetap di wilayah barat seperti Pandaan, Beji, Bangil, Gempol, Sukorejo dan Purwosari.

“Investasi yang masuk baik PMA dan PMDN, kebanyakan bergerak di sektor kesehatan, makanan, industri logam. Lainnya juga ada perumahan atau properti, perdagangan dan jasa,” jelasnya.

Pertumbuhan investasi yang masuk ke kabupaten ini, kata Eddy, didukung sejumlah faktor dari daerah ini. Di antaranya posisi yang strategis, punya ruas jalan tol, sumber daya alam yang tersedia, hingga sumber daya manusia yang cukup.

PANDAAN, Radar Bromo – Pandemi memang belum berlalu. Walau begitu, Pemkab Pasuruan berani mematok target pertumbuhan investasi bakal tetap tinggi. Sebab kurun waktu dua tahun yakni 2020 dan 2021, nilai investasi terbilang positif.

Tahun 2020, target awal pertumbuhan investasi mulanya ditarget hanya Rp 9,6 triliun. Namun realiasinya berhasil tembus hingga 104,53 persen. Di tahun 2021, targetnya naik atau lebih besar sedikit dari tahun kemarin yakni, Rp 10 triliun. (lihat grafis)

“Tahun ini untuk investasi kami optimistis bisa memenuhi target. Akhir Oktober, realisasinya tembus Rp 6.361.030.469.903 atau 63,6 persen. Belum ditambah dengan dua bulan sisanya, akan diketahui saat akhir Desember ini,” beber kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Pasuruan Eddy Supriyanto.

Untuk investasi yang masuk, terbagi dengan Perusahaan Modal Asing (PMA). Dintaranya berasal dari Belanda dan Tiongkok. Disusul Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN) dari Surabaya, Sidoarjo dan Jakarta. Sisanya berupa usaha mikro kecil dan perorangan.

Lokasi tempatnya menyebar hampir merata di semua kecamatan yang ada. Namun paling dominan, tetap di wilayah barat seperti Pandaan, Beji, Bangil, Gempol, Sukorejo dan Purwosari.

“Investasi yang masuk baik PMA dan PMDN, kebanyakan bergerak di sektor kesehatan, makanan, industri logam. Lainnya juga ada perumahan atau properti, perdagangan dan jasa,” jelasnya.

Pertumbuhan investasi yang masuk ke kabupaten ini, kata Eddy, didukung sejumlah faktor dari daerah ini. Di antaranya posisi yang strategis, punya ruas jalan tol, sumber daya alam yang tersedia, hingga sumber daya manusia yang cukup.

MOST READ

BERITA TERBARU