alexametrics
28C
Probolinggo
Saturday, 16 January 2021

Polisi Belum Tetapkan Tersangka di Pencemaran Sungai Kaliputih

GEMPOL,Radar Bromo– Kasus pencemaran limbah di Sungai Kaliputih, Desa Sumbersuko, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, sudah cukup lama. Penyidik Polres Pasuruan, juga masih terus mendalaminya. Sudah sekitar empat bulan, penyidik belum memutuskan siapa yang patut dijadikan tersangka dalam kasus ini.

“Kasusnya kami yang menangani. Sejauh ini dalam proses penyelikan dan masih berjalan. Sampai sekarang belum ada penetapan tersangka,” ujar Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda.

Namun, Andrian enggan kasus ini disebut jalan ditempat atau lamban. Menurutnya, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi. Termasuk, Ali, pemilik usaha cucian drum yang menjadi pemicu munculnya busa ke Sungai Kaliputih.

“Kami pastikan proses penyelidikan kasusnya tetap jalan terus. Untuk menetapkan tersangkanya tidak bisa gegabah. Masih ada tahapan yang harus ditempuh. Termasuk koordinasi dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup),” ujarnya.

Diketahui, Sungai Kaliputih, Desa Sumbersuko, Kecamatan Pandaan, dua kali berbusa. Yakni, pada Kamis (13/8) dan Selasa (27/10). Pencemaran limbah itu berasal dari luapan air bekas usaha cucian drum berisi gliserin atau deterjen milik Ali, warga Jombang.

Usaha itu menempati gudang bekas PT Klampis Ireng di Dusun Kaliputih, Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol. Pencemaran lingkungan itu berupa limbah busa yang mengalir ke sungai dan irigasi. Kasus ini ditangani Polres Pasuruan.

Terpisah, Kepala Desa Sumbersuko Saiful Maarif enggan berkomentar banyak. Ia mengaku menyerahkan permasalahan hukum kasus ini ke kepolisian. “Karena sudah ditangani Satreskrim Polres Pasuruan, penegakan hukumnya kami serahkan sepenuhnya ke penyidik. Pastinya sungai di desa kami dua kali mengalir limbah berupa busa,” ujarnya. (zal/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU