alexametrics
25C
Probolinggo
Saturday, 16 January 2021

Hasil Ekskavasi Goa Jepang, BPCB: Pembangunan di Masa Belanda

GEMPOL,Radar Bromo– Setelah melakukan ekskavasi Goa Jepang selama 10 hari, tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, akhirnya membuat kesimpulan. Tim memperkirakan goa di Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, ini dibangun pada akhir abad ke-19.

“Alhamdulillah, ekskavasinya sudah selesai dan berjalan lancar. Dari hasil temuan dan interpretasi data, kesimpulan sementaranya sudah ada dan telah kami sampaikan ke Disbudpar Kabupaten Pasuruan,” ujar Ketua Tim Ekskavasi Goa Jepang, Vidi Susanto, kemarin.

Dalam kesimpulan sementara, arkeolog BPCB Jawa Timur, itu mengatakan Goa Jepang di Desa Watukosek, itu diperkirakan dibangun pada masa sebelum pendudukan Jepang. Tetapi, pada masa kependudukan Jepang (1942-1945) dilanjutkan kembali untuk beberapa kepentingan. Indikasi terlihat pada goa nomor 1 dan 10.

Di goa nomor 1 terdapat lubang lain yang mengarah ke seletan, namun belum diketahui menuju arah mana. Sementara di goa nomor 10 terdapat pengerjaan lanjutan dengan pola bentukan dinding yang sangat berbeda dengan bentukan dinding di goa-goa lain.

“Goa ini dibangun dalam rentang waktu pada akhir abad 19 mendekati awal abad 20. Serta, merupakan benteng pertahanan Belanda untuk kepentingan penjaga keamanan wilayah dan stabilitas keamanan wilayah perbatasan. Juga dipersiapkan untuk menghadapi ancaman dari musuh,” jelasnya.

Ketika masa penjajahan Jepang, sejumlah goa ini ditempati pasukan Jepang. Kemudian, diperbaiki kembali dengan mempekerjakan romusa yang berasal dari wilayah Kediri.

“Sebagai catatan, perkiraan Jepang melintasi wilayah Gempol terjadi pada medio Maret 1942. Area lintasan yang dilalui seperti Jombang dan arah menuju Malang. Mereka meninggalkan jejak goa-goa yang kini dikenal dengan Goa Jepang, termasuk di Watukosek ini,” jelasnya.

Di sisi lain, Kasi Sejarah dan Purbakal Disbudpar Kabupaten Pasuruan Ika Ratnawati mengatakan, langkah selanjutnya yang akan ditempuh berusaha mendapatkan menetapkan Goa Jepang, sebagai cagar budaya. Yakni, dengan menggunakan kajian hasil ekskavasi tim BPCB Jawa Timur.

“Setelah ditetapkan sebagai cagar budaya kami akan berkerja sama dengan pemerintah desa melalui Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis. Juga instansi teknis terkait untuk mengembangkan dan membangun sarana prasarana pendukung,” ujarnya. (zal/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU