Penumpang Bus dari Zona Merah Dicek Kesehatannya di Terminal Pandaan

PANDAAN, Radar Bromo – Upaya pencegahan dan pemberantasan wabah virus korona kian gencar dilakukan di wilayah Kabupaten Pasuruan. Selain melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke sejumlah fasilitas umum (fasum) seperti halte dan terminal, kedatangan penumpang juga menjadi pantauan.

Seperti di Terminal Pandaan misalnya. Kemarin mulai pagi sampai sore hari, petugas memeriksa kesehatan para penumpang bus yang turun. Pemeriksaan atau screening itu utamanya dilakukan terhadap penumpang yang berasal dari zona merah, seperti Malang dan Surabaya.

“Begitu ada penumpang bus yang turun, mereka yang berasal dari zona merah, langsung diarahkan ke pos. Kemudian dicek kesehatan oleh petugas medis dari puskesmas,” terang kepala Terminal Tipe A Pandaan Kriswantoro.

Pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan thermal gun dilakukan untuk mengetahui suhu tubuh. Petugas juga mendata penumpang, apakah ada keluhan sakit seperti pilek, demam, batuk. Selain diterapkan pada penumpang bus yang turun, juga berlaku pula bagi awak bus seperti sopir, kernet, dan kondekturnya.

“Awak busnya kami minta turun sebentar, kemudian dicek kesehatannya juga. Karena awak bus juga rawan tertular virus ini,” ucapnya.

Selama kegiatan berlangsung, petugas medis dari dua puskesmas masing-masing dari Pandaan dan Prigen, ikut turun. Termasuk staf Terminal Tipe A Pandaan, Dishub, dan Satpol PP Kabupaten Pasuruan. Ikut pula terlibat dalam kegiatan ini personel dari Polsek Pandaan dan Polres Pasuruan. Bahkan, didukung organisasi kepemudaan yang ada di kecamatan ini.

“Ini penting dilakukan bagian dari menjalankan protokoler kesehatan yang ada. Pemeriksaan ini adalah inisiasi Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan untuk pencegahan penularan dan pemberantasan virus korona. Informasinya berlangsung sehari dan berikutnya akan diagendakan lagi,” jelasnya. (zal/fun)