Dewan Minta Ada Pembatas Plastik untuk Penjual–Pembeli di Pasar

TEMPAT KERAMAIAN: Kawasan Pasar Purwosari yang sudah dipasang banner seruan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Selain penggunaan masker dan imbauan cuci tangan, DPRD juga meminta dipasang plastik untuk menyekat pembeli dan pedagang di pasar. Serta pedagang menerapkan jaga jarak saat berjualan. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Berjubelnya pedagang dan pembeli di pasar-pasar daerah di Kabupaten Pasuruan, menjadi sorotan DPRD setempat. Dewan berharap agar penerapan protokol kesehatan benar-benar menjadi perhatian.

Hal ini bertujuan untuk menghindari kluster baru yakni kluster pasar daerah. Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Zaini menyampaikan, penerapan protokol kesehatan di hampir semua pasar daerah di Kabupaten Pasuruan belum maksimal.

Selain penggunaan masker yang masih kerap diabaikan, juga sarana penunjang lain yang belum dijalankan. Seperti pemberian batasan antara pedagang dengan pembeli yang biasanya menggunakan plastik.

Hal ini banyak diterapkan di pasar-pasar daerah yang ada di Malang. Beberapa toko modern pun mulai menerapkannya. Seharusnya, hal itu bisa diaplikasikan di pasar daerah yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Meski terkesan ribet, namun setidaknya hal itu merupakan upaya dalam pencegahan penyebaran korona. “Pasar daerah di Malang, sudah menggunakan pembatas seperti plastik di setiap stannya. Bahkan, ada pula pedagang-pedagang yang melakukan physical distancing setiap stannya,” ungkapnya.

Ia berharap Pemkab memberikan perhatiannya. Supaya pencegahan dalam penyebaran korona benar-benar dimaksimalkan. “Ini juga menghindari klaster baru berupa kluster pasar,” sambungnya.

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Yudha Tri Widya Sasongko mengungkapkan, bakal berkomunikasi dengan Gugus Tugas untuk kemudian meminta pertimbangan teknisnya. Nantinya, hal itu akan disesuaikan dengan ketentuan di Perbup Nomor 36 Tahun 2020 tentang pedoman tatanan baru di tengah pandemi korona.

“Akan kami sampaikan ke Gugus Tugas berkaitan usulan tersebut (pemasangan pembatas plastik, Red). Dan kami juga akan meminta pertimbangan teknis perlu tidaknya dari Dinkes,” sambung dia. (one/mie)