Retribusi Pasar Daerah di Kab Pasuruan Belum Terimbas Wabah Korona

PANDAAN, Radar Bromo–Pandemi korona yang mulai memberikan dampak di Jawa Timur sejak pertengahan Maret lalu. Untungnya hingga triwulan pertama, kondisi itu belum terlalu memberikan dampak retribusi pasar di Kabupaten Pasuruan.

Dari data yang dihimpun Disperindag Kabupaten Pasuruan, selama triwulan pertama, realisasi retribusi pasar mencapai Rp 1,065 miliar. Jumlah ini mencapai 26,88 persen dari target Rp 3,962 miliar yang diusung tahun ini.

Persentase realisasi di triwulan awal ini juga lebih tinggi dari target rata-rata yang diusung. Di tiap triwulan, Disperindag menargetkan realisasi mampu tembus 25 persen dari target.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindag Kabupaten Pasuruan Gatot Sutanto menerangkan, realisasi retribusi pasar daerah di triwulan awal masih cukup bagus. Hal itu tak terlepas dari kegiatan jual beli di pasar tradisional yang masih cukup tinggi.

“Karena pedagang tetap berjualan seperti biasa dan masyarakat juga membeli kebutuhan sehari-hari di pasar. Sehingga, retribusi tetap bagus,” ungkap Gatot.

Disebutkan Gatot, sejak pandemi korona, pihak Disperindag melalui UPT Pasar sejatinya sudah memberlakukan protokol kesehatan yang lebih ketat di tiap pasar. Salah satunya adalah mengimbau semua pedagang dan pembeli memakai masker. Termasuk juga wajib rutin cuci tangan 2-3 kali selama berjualan yang biasanya pagi –siang.

“Termasuk di setiap lokasi strategis sudah ada fasilitas cuci tangan, mulai sabun dan air. Sehingga, yang berjualan dan pembeli wajib menjaga kebersihan,” terangnya.

Termasuk dalam  minggu ini, semua pasar juga disemprot disifektan untuk menekan penyebaran Covid-19. Meski begitu, aktivitas jual beli di pasar masih cukup tinggi.

Di Kabupaten Pasuruan sendiri, ada 14 pasar tradisional yang masuk pasar daerah. Dari retribusi tersebut, sesuai dengan Perda Nomor 7 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Pasar ada retribusi harian, ponten sampai retribusi bongkar muat. Sedangkan untuk retribusi pedagang dipengaruhi oleh luas kios termasuk jenis barang dagangan yang dijual. (eka/mie)