alexametrics
31 C
Probolinggo
Monday, 16 May 2022

Lapangan Ledug Favorit Pacuan Kuda Berbagai Daerah

PRIGEN, Radar Bromo – Lapangan Pacuan Kuda di Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, semakin menjadi tempat favorit penghobi pacuan kuda. Mereka datang dari berbagai daerah, baik atlet maupun bukan. Lapangan pun selalu ramai pengunjung.

”Latihan kuda pacunya tetap ada, malah semakin ramai di Lapangan Ledug ini,” kata Husni Agus, warga Kelurahan Ledug yang juga pemilik kuda pacu.

Menurut pria yang juga sekretaris Pordasi (Persatuan Olahraga Berkuda) Kabupaten Pasuruan ini, kuda pacu di Lapangan Ledug tidak hanya milik warga sekitar. Ada pula kuda milik warga Surabaya, Sidoarjo, Lumajang, Probolinggo, dan lain-lain.

”Kudanya dirawat di sekitar Ledug. Pemiliknya orang luar daerah,” terangnya.

Saat berlatih di lapangan ini, sekali jalan atau satu putaran kuda pacu menempuh jarak sekitar 800 meter. Lahan lapangan cukup luas. Di samping itu, di dalam lapangan, terdapat sarana dan prasarana pendukung berupa starting gate dan tribun penonton.

”Kuda pacu yang latihan di lapangan ini rata-rata tampil di event tingkat nasional. Ada juga di event daerah,” ungkapnya.

Wawan, 41, mantan joki nasional, menambahkan, hampir setiap hari ada kuda pacu yang latihan. Paling ramai Rabu dan Sabtu pagi. Sekali start minimal dua kuda. Maksimal bisa sampai lima atau enam kuda.

PRIGEN, Radar Bromo – Lapangan Pacuan Kuda di Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, semakin menjadi tempat favorit penghobi pacuan kuda. Mereka datang dari berbagai daerah, baik atlet maupun bukan. Lapangan pun selalu ramai pengunjung.

”Latihan kuda pacunya tetap ada, malah semakin ramai di Lapangan Ledug ini,” kata Husni Agus, warga Kelurahan Ledug yang juga pemilik kuda pacu.

Menurut pria yang juga sekretaris Pordasi (Persatuan Olahraga Berkuda) Kabupaten Pasuruan ini, kuda pacu di Lapangan Ledug tidak hanya milik warga sekitar. Ada pula kuda milik warga Surabaya, Sidoarjo, Lumajang, Probolinggo, dan lain-lain.

”Kudanya dirawat di sekitar Ledug. Pemiliknya orang luar daerah,” terangnya.

Saat berlatih di lapangan ini, sekali jalan atau satu putaran kuda pacu menempuh jarak sekitar 800 meter. Lahan lapangan cukup luas. Di samping itu, di dalam lapangan, terdapat sarana dan prasarana pendukung berupa starting gate dan tribun penonton.

”Kuda pacu yang latihan di lapangan ini rata-rata tampil di event tingkat nasional. Ada juga di event daerah,” ungkapnya.

Wawan, 41, mantan joki nasional, menambahkan, hampir setiap hari ada kuda pacu yang latihan. Paling ramai Rabu dan Sabtu pagi. Sekali start minimal dua kuda. Maksimal bisa sampai lima atau enam kuda.

MOST READ

BERITA TERBARU

/