alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

TPA Wonokerto Siap Beroperasi, Bisa Kelola 70 Ton Sampah Per Hari

SUKOREJO, Radar Bromo – Persoalan sampah segera terpecahkan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan siap mengoperasikan TPA Wonokerto di Sukorejo. Sekitar 70 ton sampah akan ditampung di sana setiap hari.

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Wonokerto dibangun di atas lahan seluas 4,5 hektare. Dana sekitar Rp 21 miliar dihabiskan untuk membangun TPA tersebut selama 2019 sampai 2020. Namun, enam bulan setelah itu, TPA mangkrak. DLH beralasan belum ada aliran listrik sebagai pendukung operasional TPA.

Kemarin (31/8), DLH Kabupaten Pasuruan memutuskan segera mengoperasionalkan TPA Wonokerto. Tepatnya, pertengahan September ini. ”Sudah saatnya TPA Wonokerto beroperasi. Tentunya secara bertahap,” kata Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Farianto.

Menurut mantan Camat Pasrepan itu, sarana dan prasarana lokasi TPA Wonokerto sudah siap 100 persen. Dalam sehari, TPA mampu menampung sampah rumah tangga dan sejenisnya sekitar 70 ton. Tentu akan membantu mengatasi masalah di TPA Kenep, Kecamatan Beji. Sebab, TPA Kenep sudah sangat overload.

”Saat ini, persiapannya tinggal pemindahan alat berat dan armada truk. Dari Kenep ke Wonokerto,” katanya.

Heru menyebutkan, sampah yang diangkut ke TPA Wonokerto berasal dari sebelas kecamatan. Di antara total 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan, memang baru sebelas kecamatan yang dilayani DLH dalam pengangkutan sampah.

”SDM tenaga pemilah sampah bukan dari Kenep. Kami merekrut warga sekitar lokasi TPA Wonokerto untuk diberdayakan,” tuturnya.

Rencana operasional TPA Wonokerto disambut positif Pemdes Wonokerto. Kades Wonokerto Sugiono berharap pengelolaan sampah di desanya juga bisa bekerja sama dengan BUMDes setempat. ”Sebelum TPA ini beroperasi, terkait pengadaan kabel listrik dan penerangan jalan lingkungan oleh DLH harus segera direalisasikan,” tambahnya. (zal/far)

SUKOREJO, Radar Bromo – Persoalan sampah segera terpecahkan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan siap mengoperasikan TPA Wonokerto di Sukorejo. Sekitar 70 ton sampah akan ditampung di sana setiap hari.

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Wonokerto dibangun di atas lahan seluas 4,5 hektare. Dana sekitar Rp 21 miliar dihabiskan untuk membangun TPA tersebut selama 2019 sampai 2020. Namun, enam bulan setelah itu, TPA mangkrak. DLH beralasan belum ada aliran listrik sebagai pendukung operasional TPA.

Kemarin (31/8), DLH Kabupaten Pasuruan memutuskan segera mengoperasionalkan TPA Wonokerto. Tepatnya, pertengahan September ini. ”Sudah saatnya TPA Wonokerto beroperasi. Tentunya secara bertahap,” kata Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Farianto.

Menurut mantan Camat Pasrepan itu, sarana dan prasarana lokasi TPA Wonokerto sudah siap 100 persen. Dalam sehari, TPA mampu menampung sampah rumah tangga dan sejenisnya sekitar 70 ton. Tentu akan membantu mengatasi masalah di TPA Kenep, Kecamatan Beji. Sebab, TPA Kenep sudah sangat overload.

”Saat ini, persiapannya tinggal pemindahan alat berat dan armada truk. Dari Kenep ke Wonokerto,” katanya.

Heru menyebutkan, sampah yang diangkut ke TPA Wonokerto berasal dari sebelas kecamatan. Di antara total 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan, memang baru sebelas kecamatan yang dilayani DLH dalam pengangkutan sampah.

”SDM tenaga pemilah sampah bukan dari Kenep. Kami merekrut warga sekitar lokasi TPA Wonokerto untuk diberdayakan,” tuturnya.

Rencana operasional TPA Wonokerto disambut positif Pemdes Wonokerto. Kades Wonokerto Sugiono berharap pengelolaan sampah di desanya juga bisa bekerja sama dengan BUMDes setempat. ”Sebelum TPA ini beroperasi, terkait pengadaan kabel listrik dan penerangan jalan lingkungan oleh DLH harus segera direalisasikan,” tambahnya. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/