Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketika Gadget Menggantikan Guru: Problematika Phubbing di Hari Pendidikan Nasional

M
Penulis: Muhammad Fahmi❯
Agus Lithanta
Agus Lithanta

Advertisement

 

Oleh: Agus Lithanta

 

Advertisement

TANGGAL 2 Mei merupakan momentum bagi bangsa Indonesia untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Peringatan Hardiknas ini dilakukan dalam rangka mengenang jasa Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia, serta merefleksikan kemajuan dunia pendidikan.

Namun, di era digital kini, perayaan tersebut dihadapkan pada sebuah ironi yang semakin mengkhawatirkan: fenomena phubbing (phone snubbing). Phubbing adalah perilaku mengabaikan orang yang berada di hadapan kita demi fokus pada ponsel pintar.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di ruang tamu atau kafe. Namun, telah merambah ke ruang-ruang kelas, ruang guru, hingga lingkungan keluarga yang seharusnya menjadi basis pendidikan karakter.

Advertisement

Di tengah semangat Hardiknas yang mengusung tema "Memuliakan Manusia melalui Pendidikan", keberadaan phubbing menjadi tantangan serius yang mendegradasi esensi interaksi manusiawi dalam proses belajar-mengajar.

Lalu bagaimana sebenarnya dampak fenomena phubbing terhadap ekosistem pendidikan dan langkah strategis untuk mengatasinya?

Secara etimologis, phubbing merupakan gabungan dari kata phone dan snubbing. Dalam konteks pendidikan, perilaku ini muncul dalam dua bentuk utama. Pertama, guru yang melakukan phubbing.

Ini ditandai dengan sikap pendidik yang lebih sibuk memeriksa notifikasi media sosial, membalas pesan pribadi, atau mengisi administrasi daring saat sedang berinteraksi dengan siswa di kelas.

Advertisement

Artikel Terkait

Polisi Buru Pelaku Pencurian Motor Guru Sekolah Rakyat Pasuruan

Polisi Buru Pelaku Pencurian Motor Guru Sekolah Rakyat Pasuruan

Tim reskrim telah dikerahkan, untuk menyisir jalur pelarian yang diduga dilewati oleh pelaku.

Motor Vario Milik Guru Dicuri di Sebuah Indekos di Keboncandi

Motor Vario Milik Guru Dicuri di Sebuah Indekos di Keboncandi

Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman ini lantas melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Polisi yang menerima laporan langs

Guru Harus Ikut Deteksi Dini Demi Kurangi Stunting dan Perkawinan Anak

Guru Harus Ikut Deteksi Dini Demi Kurangi Stunting dan Perkawinan Anak

Stunting dan perkawinan anak tidak bisa diselesaikan hanya melalui kampanye atau sosialisasi. Dibutuhkan kemampuan untuk mengenali persoalan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer