Tole sungguh kecewa dengan keputusan Minthul yang tanpa izinnya melakukan proses tubektomi. Hampir 15 tahun lamanya, Tole meminta sang istri hamil lagi.
Sayangnya, ketika sudah terlambat datang bulan, Minthul memilih minum obat sampai jamu-jamuan untuk melancarkan datang bulan.
Apalagi, jika sudah ditemukan tanda merah dua di test pack, Minthul bisa langsung datang ke dukun dan dokter untuk menggugurkan kandungannya. “Usai melahirkan anak pertama, istri sudah tidak mau hamil lagi,” kata Tole.
Waktu dulu, alasan menolak hamil lagi karena masih trauma. Beberapa tahun kemudian, ketika Tole minta hamil lagi, Minthul menolak karena masih sibuk kerja. Karena kesibukan bekerja, kalau siang hari anaknya dititipkan di tempat penitipan anak.
Secara materi, awalnya pasutri ini sangat pas-pasan. Bahkan, rumah juga masih kontrak. Lambat laun perekonomian mereka membaik dan akhirnya bisa membeli rumah.
Lagi-lagi ketika Tole minta punya anak lagi, Minthul menolak. “Alasannya sudah berumur. Berkali-kali saya bertengkar dengan istri, capek sudah,” kata pria yang bekerja sebagai guru itu.
Puncak kemarahan Tole, kala Minthul memutuskan untuk melakukan tubektomi. Minthul melakukan tanpa persetujuan dirinya. Sontak Tole marah dan kesal. Tole pun langsung mengajukan talak cerai pada Desember lalu.
Namun, proses sidang dan mediasi yang berbelit justru membuat keduanya cinta lagi. Minthul membuat pernyataan tidak akan menikah lagi pasca bercerai dengan Tole.
“Dari situ saya mulai kasihan istri. Dia juga menyerahkan dan mengatasnamakan hartanya atas nama anak,” jelasnya.
Melihat sang istri yang sudah tak berdaya, Tole mulai luluh hatinya. Tole berjanji akan setia dan tidak akan meninggalkan istrinya. Sang istri sudah melakukan tubektomi.
“Saya juga akan melakukan vasektomi. Biar saya tidak nakal lagi,” jelasnya. Sebab, sebelum hatinya luluh atas sikap Minthul, Tole sempat memikirkan akan menikah lagi.
Di usia yang menginjak 40 tahun, Tole masih greng-greng-nya. Tole juga sempat selingkuh dengan rekan-rekannya. Salah satu wanita sempat menjalin hubungan dengan Tole dan akan menuju ke jenjang serius.
“Saya tidak mau menyakiti hati istri saya. Kalau istri emang emoh punya anak lagi, saya juga tidak menyalurkan ke wanita lainnya. Mungkin salah satu cara yang tepat untuk menghindari kenakalan saya yakni dengan vasektomi,” jelas dia ketika menarik berkas talak cerainya di PA.
Menurut Tole, selain tidak lagi bisa membuahi dengan alasan biar kondisi sama dengan sang istri. “Orang tubektomi katanya gairahnya menurun. Saya berharap gairah saya menurun, biar tidak nakal di jalanan,” kata Tole yang ternyata juga hobi ‘jajan’ sembarangan. (rpd/rf) Editor : Jawanto Arifin