alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Jika Punya Suami Keseringan Main Game

KEINGINAN Minthul (nama samaran), 27, warga Pandaan, Pasuruan, agar suaminya, Tole (juga nama samaran), 28, mau membantu pekerjaan rumah atau mengurus anak, tidak pernah terjadi. Ini, lantaran Tole hanya sibuk dengan dirinya sendiri dan terus-terusan bermain game di hape-nya. Geregetan suami tak mau peduli, Minthul memilih bercerai saja.

Minthul mengatakan, bahwa sudah sangat jengkel dengan kelakuan suaminya. Selain tidak mau membantu istrinya, tapi juga marah-marah bila anak tidak terurus ataupun pekerjaan rumah tidak beres.

“Padahal, rumah tangga kan harusnya bekerja bersama. Tapi ini enggak, saya semua yang urusin dari kerjaan rumah sampai ngurus anak,” jelasnya.

Padahal, mereka berdua sama-sama bekerja. Minthul pun pekerja pabrik, seperti suaminya yang berangkat dari pagi sampai sore. Sehingga, jika dihitung sama-sama capek, Minthul jelas lebih capek karena lebih pagi bangun dan mengurus kebutuhan rumah dan anaknya.

Pernikahan Tole dan Minthul memang sudah 4 tahun lamanya. Dari situ, mereka sudah memiliki satu anak. Minthul mengaku enggan menambah anak lagi. “Satu aja sudah repot setengah mati, jadi saya gak mau nambah lagi. Kecuali kalau Tole mau repot juga,” jelasnya.

Dahulu, bayangannya tentang pernikahan adalah kunci kebahagiaan. Tapi sayangnya, setelah menikah dan ikut tinggal di rumah orang tua, Minthul merasa hidupnya hanya untuk kerja, kerja, dan kerja. Bagaimana tidak, selain bangun lebih pagi dari orang rumah, dia juga harus menyiapkan makan dan kebutuhan anaknya. Minthul masih harus bekerja mencari uang.

Minthul mengatakan, memang memilih tetap bekerja. Karena di zaman sekarang, kalau hanya mengandalkan dari suami saja, jelas tidak cukup. Minthul pun tak kesulitan untuk mengurus anak meski dirinya tetap bekerja. Sebab, masih ada ibu mertuanya yang mau bantu ngurus anak.

Kendati begitu, Minthul tetap harus mengurus anak sepulang kerja. Ditambah pekerjaan rumah lainnya. Nah, yang bikin Minthul jengkel adalah di tengah kesibukan Minthul ngurus rumah dan anak. Tole sama sekali enggan membantu.

“Katanya sih kerjaan rumah dan anak tugasnya istri. Padahal, saya kan juga capek kerja dan bantu cari uang,” jelasnya.

Minthul sendiri sudah sering mengeluh dan dia ingin berhenti kerja. Tapi, suaminya keberatan karena pemasukan untuk rumah bakal kurang. Ternyata, Tole egois lantaran sama sekali enggan membantu meskipun Minthul repot ngurus rumah dan anaknya.

Tole pun rupanya sering punya sifat ngentengno. Tiap kali pulang dari bekerja, Tole lebih memilih santai dan main hape terus di tangannya. Kegiatan ini terus terjadi setiap hari, bahkan saat hari libur juga. Tapi, jika anaknya nangis lantaran rewel, Tole malah memarahi istrinya karena dianggap gak becus.

“Selain itu, kalau kerjaan rumah gak beres, juga marah-marah. Pernah pas saya lagi cuci piring, anaknya nangis. Ehh, dia juga gak mau sentuh, malah marahin saya mending urus anak dulu,” ceritanya.

Gak betah lagi punya suami yang hanya memikirkan diri sendiri dan tak mau membantu istri, Minthul pun gak betah dan memilih minggat saja. Selain itu, juga keluarga Tole banyak membebankan pekerjaan rumah padahal Minthul. Tak lama Minthul pun memilih menggugat cerai di Pengadilan Agama Bangil. (eka/fun)

KEINGINAN Minthul (nama samaran), 27, warga Pandaan, Pasuruan, agar suaminya, Tole (juga nama samaran), 28, mau membantu pekerjaan rumah atau mengurus anak, tidak pernah terjadi. Ini, lantaran Tole hanya sibuk dengan dirinya sendiri dan terus-terusan bermain game di hape-nya. Geregetan suami tak mau peduli, Minthul memilih bercerai saja.

Minthul mengatakan, bahwa sudah sangat jengkel dengan kelakuan suaminya. Selain tidak mau membantu istrinya, tapi juga marah-marah bila anak tidak terurus ataupun pekerjaan rumah tidak beres.

“Padahal, rumah tangga kan harusnya bekerja bersama. Tapi ini enggak, saya semua yang urusin dari kerjaan rumah sampai ngurus anak,” jelasnya.

Padahal, mereka berdua sama-sama bekerja. Minthul pun pekerja pabrik, seperti suaminya yang berangkat dari pagi sampai sore. Sehingga, jika dihitung sama-sama capek, Minthul jelas lebih capek karena lebih pagi bangun dan mengurus kebutuhan rumah dan anaknya.

Pernikahan Tole dan Minthul memang sudah 4 tahun lamanya. Dari situ, mereka sudah memiliki satu anak. Minthul mengaku enggan menambah anak lagi. “Satu aja sudah repot setengah mati, jadi saya gak mau nambah lagi. Kecuali kalau Tole mau repot juga,” jelasnya.

Dahulu, bayangannya tentang pernikahan adalah kunci kebahagiaan. Tapi sayangnya, setelah menikah dan ikut tinggal di rumah orang tua, Minthul merasa hidupnya hanya untuk kerja, kerja, dan kerja. Bagaimana tidak, selain bangun lebih pagi dari orang rumah, dia juga harus menyiapkan makan dan kebutuhan anaknya. Minthul masih harus bekerja mencari uang.

Minthul mengatakan, memang memilih tetap bekerja. Karena di zaman sekarang, kalau hanya mengandalkan dari suami saja, jelas tidak cukup. Minthul pun tak kesulitan untuk mengurus anak meski dirinya tetap bekerja. Sebab, masih ada ibu mertuanya yang mau bantu ngurus anak.

Kendati begitu, Minthul tetap harus mengurus anak sepulang kerja. Ditambah pekerjaan rumah lainnya. Nah, yang bikin Minthul jengkel adalah di tengah kesibukan Minthul ngurus rumah dan anak. Tole sama sekali enggan membantu.

“Katanya sih kerjaan rumah dan anak tugasnya istri. Padahal, saya kan juga capek kerja dan bantu cari uang,” jelasnya.

Minthul sendiri sudah sering mengeluh dan dia ingin berhenti kerja. Tapi, suaminya keberatan karena pemasukan untuk rumah bakal kurang. Ternyata, Tole egois lantaran sama sekali enggan membantu meskipun Minthul repot ngurus rumah dan anaknya.

Tole pun rupanya sering punya sifat ngentengno. Tiap kali pulang dari bekerja, Tole lebih memilih santai dan main hape terus di tangannya. Kegiatan ini terus terjadi setiap hari, bahkan saat hari libur juga. Tapi, jika anaknya nangis lantaran rewel, Tole malah memarahi istrinya karena dianggap gak becus.

“Selain itu, kalau kerjaan rumah gak beres, juga marah-marah. Pernah pas saya lagi cuci piring, anaknya nangis. Ehh, dia juga gak mau sentuh, malah marahin saya mending urus anak dulu,” ceritanya.

Gak betah lagi punya suami yang hanya memikirkan diri sendiri dan tak mau membantu istri, Minthul pun gak betah dan memilih minggat saja. Selain itu, juga keluarga Tole banyak membebankan pekerjaan rumah padahal Minthul. Tak lama Minthul pun memilih menggugat cerai di Pengadilan Agama Bangil. (eka/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/