alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Nelangsanya Punya Pacar Purel, Jengkel saat Pacar Di-Booking Teman

MEMILIKI kekasih seorang pemandu lagu alias purel, tentu harus kuat menahan sakit hati. Betapa tidak, jika sedang ada panggilan menemani tamu, otomatis si dia akan mendampingi mereka yang menggunakan jasanya. Apalagi, jika yang menggunakan jasa adalah teman sendiri. Bisa berlipat-lipat sakit hatinya.

Hal itulah yang dirasakan Tole, 35, warga Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Sudah beberapa bulan terakhir, Tole menjalin asmara dengan Minthul, 28, seorang pemandu lagu di sebuah karaoke yang terletak di Jl. dr. Soetomo, kota setempat.

Pekerjaan Minthul sebagai pemandu lagu, ia jalani jauh sebelum dia kenal dengan Tole. Bahkan, Tole mengaku kepincut dengan Minthul saat ia menggunakan jasa perempuan tersebut ketika sedang berkaraoke. “Dia istimewa. Bibirnya sensual, bodinya juga aduhai,” kata Tole sambil mesem.

Sepertinya, Tole sangat nyaman menjalin hubungan dengan Minthul. Ia selalu tampak semringah. Bahkan, ketika digoda oleh teman-temannya terkait hubungan asmara tersebut, Tole terlihat malu-malu. Pria berkulit sawo matang itu juga tampak lebih semangat dalam bekerja.

Namun, terkadang Tole menampilkan wajah dingin dan kurang bergairah. Bisa ditebak, itu ketika sang pujaan hati tengah digunakan jasanya oleh tamu. “Ya mau bagaimana lagi, memang pekerjaannya begitu,” katanya. Ia juga tak memungkiri, pasti Minthul digoda dan dicolak-colek oleh tamunya.

Mendongkol, pasti. Sakit hati, iya. Maklum, siapa yang tahan jika tahu kalau kekasih hati digoda oleh pria lain. “Itu kalau hanya digoda atau dicolek-colek. Lah, kalau (maaf) di-grepe-grepe? Rasanya gimana gitu,” kata Tole saat menceritakan kegalauannya pada salah seorang rekannya.

Nah, yang membuat Tole makin tak enak makan, ketika Minthul ternyata di-job oleh rekannya sendiri. Saat itu, ada ajakan berkaraoke dari seorang rekannya. mereka menyewa room paling besar di tempat karaoke tersebut. Tentu saja, menyanyi tanpa ditemani pemandu lagu, sama seperti makan lalapan tanpa sambal.

Saat itu Tole datang belakangan. Maklum, ia masih harus menyelesaikan tanggungannya di kantor. Setelah pekerjaan selesai, Tole kemudian bergabung dengan teman-temannya di tempat karaoke. Baru saja membuka pintu ruangan, Tole langsung pucat pasi. Tak disangka, ia melihat Minthul dipangku salah seorang temannya.

“Kurang ajar banget dia. Pakai mangku-mangku Minthul,” kata Tole menggerutu. Ia tak terlihat berselera menikmati alunan musik. Bahkan, saat disapa Minthul, tole terlihat ogah-ogahan. “Sudah sana, kamu sama dia saja. Kan dia yang ngejob kamu,” katanya ketus.

Tentu saja, pemandangan itu mengundang gelak tawa teman-temannya. Mereka saling bersahutan mem-bully Tole. “Ndak usah baper, biasa saja. Suruh siapa pacaran sama purel,” teriak salah seorang temannya. “Siapa yang ngejob, dia yang punya kuasa,” timpal temannya yang lain. Melihat Tole makin cemberut, temannya makin menjadi-jadi.

Sejak saat itu Tole selalu jadi sasaran bully, ketika membahas pemandu lagu maupun karaoke. Baik saat ngumpul maupun saat perang komentar di WhatsApp (WA) grup. (sid/rf/mie)

MEMILIKI kekasih seorang pemandu lagu alias purel, tentu harus kuat menahan sakit hati. Betapa tidak, jika sedang ada panggilan menemani tamu, otomatis si dia akan mendampingi mereka yang menggunakan jasanya. Apalagi, jika yang menggunakan jasa adalah teman sendiri. Bisa berlipat-lipat sakit hatinya.

Hal itulah yang dirasakan Tole, 35, warga Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Sudah beberapa bulan terakhir, Tole menjalin asmara dengan Minthul, 28, seorang pemandu lagu di sebuah karaoke yang terletak di Jl. dr. Soetomo, kota setempat.

Pekerjaan Minthul sebagai pemandu lagu, ia jalani jauh sebelum dia kenal dengan Tole. Bahkan, Tole mengaku kepincut dengan Minthul saat ia menggunakan jasa perempuan tersebut ketika sedang berkaraoke. “Dia istimewa. Bibirnya sensual, bodinya juga aduhai,” kata Tole sambil mesem.

Sepertinya, Tole sangat nyaman menjalin hubungan dengan Minthul. Ia selalu tampak semringah. Bahkan, ketika digoda oleh teman-temannya terkait hubungan asmara tersebut, Tole terlihat malu-malu. Pria berkulit sawo matang itu juga tampak lebih semangat dalam bekerja.

Namun, terkadang Tole menampilkan wajah dingin dan kurang bergairah. Bisa ditebak, itu ketika sang pujaan hati tengah digunakan jasanya oleh tamu. “Ya mau bagaimana lagi, memang pekerjaannya begitu,” katanya. Ia juga tak memungkiri, pasti Minthul digoda dan dicolak-colek oleh tamunya.

Mendongkol, pasti. Sakit hati, iya. Maklum, siapa yang tahan jika tahu kalau kekasih hati digoda oleh pria lain. “Itu kalau hanya digoda atau dicolek-colek. Lah, kalau (maaf) di-grepe-grepe? Rasanya gimana gitu,” kata Tole saat menceritakan kegalauannya pada salah seorang rekannya.

Nah, yang membuat Tole makin tak enak makan, ketika Minthul ternyata di-job oleh rekannya sendiri. Saat itu, ada ajakan berkaraoke dari seorang rekannya. mereka menyewa room paling besar di tempat karaoke tersebut. Tentu saja, menyanyi tanpa ditemani pemandu lagu, sama seperti makan lalapan tanpa sambal.

Saat itu Tole datang belakangan. Maklum, ia masih harus menyelesaikan tanggungannya di kantor. Setelah pekerjaan selesai, Tole kemudian bergabung dengan teman-temannya di tempat karaoke. Baru saja membuka pintu ruangan, Tole langsung pucat pasi. Tak disangka, ia melihat Minthul dipangku salah seorang temannya.

“Kurang ajar banget dia. Pakai mangku-mangku Minthul,” kata Tole menggerutu. Ia tak terlihat berselera menikmati alunan musik. Bahkan, saat disapa Minthul, tole terlihat ogah-ogahan. “Sudah sana, kamu sama dia saja. Kan dia yang ngejob kamu,” katanya ketus.

Tentu saja, pemandangan itu mengundang gelak tawa teman-temannya. Mereka saling bersahutan mem-bully Tole. “Ndak usah baper, biasa saja. Suruh siapa pacaran sama purel,” teriak salah seorang temannya. “Siapa yang ngejob, dia yang punya kuasa,” timpal temannya yang lain. Melihat Tole makin cemberut, temannya makin menjadi-jadi.

Sejak saat itu Tole selalu jadi sasaran bully, ketika membahas pemandu lagu maupun karaoke. Baik saat ngumpul maupun saat perang komentar di WhatsApp (WA) grup. (sid/rf/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/