28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Ditinggal usai Seminggu Bulan Madu, Sandang Status Janda Kedua Kalinya

PURWODADI – Siapa sih yang tak ingin pernikahannya langgeng? Namun, kalau situasi tak memungkinkan, apa boleh buat. Berpisah bisa jadi solusi terbaik.

Begitulah ungkapan Minthul, 28 (nama samaran) saat ditanya alasannya bercerai dengan sebut saja Tole, 37. Warga Purwodadi itu kini siap-siap bersiap menyandang status janda untuk kedua kalinya. Yang menyakitkan, hubungannya dengan Tole, suami keduanya secara resmi hanya bertahan sekitar seminggu. Setelah seminggu bulan madu, ia ditinggal dak begitu saja.

Minthul menceritakan, sebelum kenal dengan Tole, ia berstatus sebagai janda cerai. Sebelum menikah dengan Tole yang saat itu berstatus perjaka ting-ting, Minthul pun sudah menjelaskan statusnya itu ke Tole.

Baca Juga:  Jadi Gunjingan Tetangga karena Nikahi Brondong

“Jadi, dari awal, Dia (Tole) itu sudah tahu kalau saya janda. Jadi, nggak mungkin dia pergi begitu saja karena masa lalu saya sebagai janda,” keluh Minthul.

Meskipun berstatus janda, Minthul memang belum punya momongan. Pernah gagal membina rumah tangga pertamanya, tak membuat Minthul kapok untuk mencari pendamping hidup lagi. Setahun lalu, ia mengenal Tole dari temannya.

Minthul pun sangat antusias dengan perkenalannya itu. Ia pun rela resign dari pekerjaannya karena menganggap Tole adalah sosok yang bertanggung jawab. Maklum saja, Tole yang seorang kontraktor dinilai sudah mampu menghidupi Minthul. Proses pernikahannya sendiri cukup singkat.

Keluarga Minthul juga menyambut baik Tole. “Karena menikahnya di rumah saya, jadi usai menikah, ia (Tole) sementara selama seminggu, tinggal di rumah saya setelah menikah. Tapi seminggu setelah itu, ia izin pamit ke luar pulau dengan alasan kerja,” ungkapnya.

Baca Juga:  Nyesek! Diputusin Gara-gara Tepergok Simpan Kondom di Jok Motor

Minthul dan keluarganya awalnya sama sekali tak menaruh curiga. Sebab, sikap Tole awalnya sangat manis. Termasuk kepada keluarga Minthul. Namun setelah pergi, Tole mulai sulit dihubungi. “Memang HP (Handphone)-nya gak selalu mati. Terkadang masuk, jadi saya SMS menanyakan kabar,” ungkapnya.

PURWODADI – Siapa sih yang tak ingin pernikahannya langgeng? Namun, kalau situasi tak memungkinkan, apa boleh buat. Berpisah bisa jadi solusi terbaik.

Begitulah ungkapan Minthul, 28 (nama samaran) saat ditanya alasannya bercerai dengan sebut saja Tole, 37. Warga Purwodadi itu kini siap-siap bersiap menyandang status janda untuk kedua kalinya. Yang menyakitkan, hubungannya dengan Tole, suami keduanya secara resmi hanya bertahan sekitar seminggu. Setelah seminggu bulan madu, ia ditinggal dak begitu saja.

Minthul menceritakan, sebelum kenal dengan Tole, ia berstatus sebagai janda cerai. Sebelum menikah dengan Tole yang saat itu berstatus perjaka ting-ting, Minthul pun sudah menjelaskan statusnya itu ke Tole.

Baca Juga:  Tak Suka Istri Beli Barang untuk Anak Tiri

“Jadi, dari awal, Dia (Tole) itu sudah tahu kalau saya janda. Jadi, nggak mungkin dia pergi begitu saja karena masa lalu saya sebagai janda,” keluh Minthul.

Meskipun berstatus janda, Minthul memang belum punya momongan. Pernah gagal membina rumah tangga pertamanya, tak membuat Minthul kapok untuk mencari pendamping hidup lagi. Setahun lalu, ia mengenal Tole dari temannya.

Minthul pun sangat antusias dengan perkenalannya itu. Ia pun rela resign dari pekerjaannya karena menganggap Tole adalah sosok yang bertanggung jawab. Maklum saja, Tole yang seorang kontraktor dinilai sudah mampu menghidupi Minthul. Proses pernikahannya sendiri cukup singkat.

Keluarga Minthul juga menyambut baik Tole. “Karena menikahnya di rumah saya, jadi usai menikah, ia (Tole) sementara selama seminggu, tinggal di rumah saya setelah menikah. Tapi seminggu setelah itu, ia izin pamit ke luar pulau dengan alasan kerja,” ungkapnya.

Baca Juga:  Istri Kerap Pukuli Suami Gara-gara Pekerjaan Lebih Gengsi

Minthul dan keluarganya awalnya sama sekali tak menaruh curiga. Sebab, sikap Tole awalnya sangat manis. Termasuk kepada keluarga Minthul. Namun setelah pergi, Tole mulai sulit dihubungi. “Memang HP (Handphone)-nya gak selalu mati. Terkadang masuk, jadi saya SMS menanyakan kabar,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru