Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ramadan Hemat, Lebaran Tenang: Tips Jitu Atur Pengeluaran agar Tidak Kebablasan

radar bromo • Rabu, 4 Maret 2026 | 17:22 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

BULAN Ramadan seringkali menjadi momen di mana pengeluaran keuangan melonjak secara tak terduga meskipun intensitas makan berkurang.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya harga bahan pokok yang meroket,  agenda buka puasa bersama yang padat, hingga persiapan menyambut hari raya.

Tanpa perencanaan yang matang, niat untuk beribadah dengan tenang justru bisa terganggu akibat gaya hidup yang konsumtif.

Oleh karena itu, pentingnya menyusun skala prioritas dan strategi belanja yang bijak agar keberkahan Ramadan tetap terasa tanpa harus mengeluarkan uang lebih banyak.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghemat pengeluaran di bulan ramadan.

1. Buat anggaran khusus Ramadan

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah membuat anggaran khusus selama bulan Ramadan. Sebelum memasuki bulan suci, catat semua potensi pengeluaran seperti biaya untuk menu sahur dan buka puasa yang lebih bergizi, anggaran sedekah atau zakat, hingga biaya transportasi mudik dan persiapan Lebaran.

Dengan memisahkan pos-pos pengeluaran ini sejak awal, arus pengeluaran keuangan bisa terkontrol agar tidak tercampur dengan biaya kebutuhan rutin bulanan, sehingga rencana keuangan tetap berada di jalur yang benar dan tidak melampaui batas kemampuan finansial.

2. Prioritaskan kebutuhan bukan keinginan

Poin selanjutnya yang tidak kalah penting adalah disiplin dalam memprioritaskan kebutuhan di atas keinginan. Di bulan Ramadan, godaan untuk membeli takjil berlebihan, pakaian baru, atau barang-barang diskon sering kali meningkat karena dorongan emosional.

Untuk menghindari hal tersebut, coba tanyakan pada diri sendiri sebelum membeli: "Apakah saya benar-benar membutuhkan ini, atau hanya sekedar lapar mata?". Dengan fokus pada pemenuhan nutrisi sahur dan buka puasa serta kewajiban ibadah seperti zakat dan sedekah.

3. Sisihkan dana untuk zakat dan sedekah sejak awal

Pastikan sudah menyisihkan dana untuk zakat dan sedekah sejak awal menerima penghasilan atau sebelum Ramadan dimulai.

Langkah ini dapat membantu untuk lebih disiplin secara finansial, serta memberikan ketenangan batin karena hak orang lain yang dititipkan telah disalurkan kepada orang yang membutuhkan di waktu yang tepat.

4. Hindari belanja untuk lebaran tanpa rencana.

Tips selanjutnya adalah menghindari kebiasaan belanja kebutuhan Lebaran tanpa rencana yang matang atau hanya berdasarkan impuls sesaat. Suasana menyambut hari raya seringkali mengakibatkan terjebak dalam godaan diskon besar-besaran, padahal tidak semua barang tersebut dibutuhkan.

Sebelum pergi ke pasar atau membuka aplikasi belanja, coba buat daftar prioritas apa saja yang mendesak untuk dibeli, seperti bahan kue atau pakaian secukupnya, dan tetapkan batas maksimal pengeluaran.

5. Manfaatkan promo

Strategi yang tak kalah cerdas adalah memanfaatkan berbagai promo dan diskon Ramadan secara bijak tanpa harus terjebak sikap konsumtif. Banyak pusat perbelanjaan maupun platform online shopping menawarkan potongan harga khusus untuk bahan pangan pokok, paket buka puasa, hingga kebutuhan lebaran. Caranya adalah menggunakan promo tersebut untuk barang-barang yang memang sudah ada dalam daftar kebutuhan, bukan membeli barang baru hanya karena harganya sedang murah.

6. Catat setiap pengeluaran

Langkah terakhir yang tidak kalah penting namun sering terabaikan adalah disiplin dalam mencatat setiap pengeluaran, sekecil apa pun itu. Dengan mencatat pengeluaran harian, dapat terlihat gambaran nyata kemana uang mengalir setiap harinya.

Kebiasaan sederhana ini berfungsi sebagai "rem darurat" agar tidak kebablasan menghabiskan anggaran sebelum Ramadan berakhir, sekaligus menjadi bahan evaluasi yang sangat berguna untuk merencanakan keuangan di bulan-bulan berikutnya atau Ramadan tahun depan.

mengelola keuangan di bulan Ramadan bukan berarti bersikap kikir, melainkan melatih diri untuk menjadi lebih bijak dan bertanggung jawab atas amanah rezeki yang ada.

Mari jadikan Ramadan kali ini sebagai momentum untuk meraih keberkahan spiritual sekaligus kestabilan finansial, sehingga kemenangan di hari raya nanti terasa lebih sempurna dan penuh rasa syukur.

 

Penulis: Tim Magang Unesa/Radar Bromo Jawa Pos

Khofifatun Ni'mah

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#zakat #sedekah #ramadhan #strategi #uang #puasa