Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Akses Terputus, Warga Aceh Tengah Angkut Hasil Panen Lewat Tali Sling

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 29 Desember 2025 | 23:08 WIB

 

Warga Desa Burlah di Aceh Tengah menggunakan tali sling untuk mobilitas sehari-hari.
Warga Desa Burlah di Aceh Tengah menggunakan tali sling untuk mobilitas sehari-hari.

Radar Bromo - Akses jalur darat masih menjadi tantangan serius bagi pemerintah pascabanjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera pada akhir November 2025.

Di Aceh Tengah, pembukaan jalan menuju sejumlah desa di Kecamatan Ketol hingga kini belum sepenuhnya terealisasi.

Kondisi tersebut membuat warga Desa Burlah terpaksa menggunakan cara ekstrem untuk beraktivitas.

Jalur darat yang terputus mendorong masyarakat memanfaatkan tali sling sebagai sarana utama keluar masuk desa.

Putusnya jalan akibat banjir dan longsor memaksa warga menciptakan jalur alternatif. Tali sling dipasang melintang di atas sungai berarus deras agar warga bisa menyeberang dengan lebih aman.

Selain untuk mobilitas harian, sling tersebut juga dimanfaatkan untuk mengangkut logistik serta hasil pertanian.

“Di sini, masyarakat bertahan hidup dengan menggunakan sling, untuk mengangkut logistik, membawa hasil tani baik itu cabai, durian,” dikutip dari unggahan akun Instagram relawan sekaligus dokter, @dr.ilhamsyhputra, pada Senin, 29 Desember 2025.

“Kondisinya sangat kacau, bahkan untuk recovery butuh waktu lama, masalah kesehatan juga harus diperhatikan,” lanjutnya.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat kondisi Desa Burlah dipenuhi kayu gelondongan berbagai ukuran.

Banyak rumah warga mengalami kerusakan, roboh, hingga tertimbun lumpur yang mulai mengering.

Situasi darurat ini juga sempat menyeret perhatian publik setelah beredar video Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, yang menyeberangi sungai menggunakan tali sling. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Bergang, Kecamatan Ketol, pada 24 Desember 2025.

Insiden menegangkan hampir terjadi ketika salah satu tali sling pengikat kawat tiba-tiba putus saat Muchsin berada di tengah penyeberangan Sungai Bergang.

Ia nyaris terjatuh ke sungai dengan ketinggian sekitar 10 meter.

Tali sling itu putus karena tidak mampu menahan beban tubuh Wakil Bupati bersama motor trail yang ikut diseberangkan.

Selain akses jalan, persoalan kelistrikan juga belum terselesaikan di Kecamatan Ketol. Hingga kini, sebanyak 11 desa, termasuk Desa Burlah, masih berada dalam kondisi gelap karena jaringan listrik belum dapat menjangkau permukiman warga pascabanjir bandang.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#tali sling #Pascabanjir #aceh tengah #panen