Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mengenali Masalah dan Solusi Hubungan Seksual yang Sehat dan Nyaman

Jawanto Arifin • Minggu, 16 Januari 2022 | 03:19 WIB
Ilustrasi (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)
Ilustrasi (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)
Hubungan seksual berkaitan erat dengan kesehatan dan kebugaran suami-istri. Kontak intim itu diyakini mampu membakar kalori, meningkatkan kekebalan, dan menurunkan stres. Baik bagi laki-laki maupun perempuan. Bagaimana bila masalah muncul?

---

Kepala Poli Komplementer RSUD Bangil dr. Darmi Sapto Kurniawati M. HKes. Cht.CI menjelaskan, sepanjang hubungan suami-istri normal, kebahagiaan mereka terasa sempurna. Namun, adakalanya masalah muncul. Misalnya, salah satunya kurang bergairah atau justru terlalu bergairah. Bisa jadi, ada juga yang sulit mencapai orgasme.

Orgasme, terang dr Darmi, merupakan masa saat seseorang merasakan rasa yang luar biasa nyaman. Rasa bahagia bersama pasangannya ketika melakukan hubungan badan. Kondisi itu tentu tidak hanya berlaku bagi kaum pria, tetapi juga wanita.

Photo
Photo


Meski demikian, ada wanita tertentu yang sulit merasakan kenyamanan dan kebahagiaan tersebut. Beberapa hal bisa menjadi pemicunya. Bisa masalah psikis ataupun masalah fisik. ”Bahkan, kondisi pasangan pun bisa memberi pengaruh,” papar dr Darmi yang juga dokter hipnoterapi di RSUD Bangil tersebut.

Dia menguraikan, secara psikis, gangguan yang bisa membuat seorang perempuan sulit memperoleh orgasme adalah stres. Banyak pikiran bisa menurunkan gairah untuk berhubungan badan. Keinginan berkurang. Bahkan, sampai hilang.



Dampaknya, puncak kebahagiaan saat berhubungan badan akan susah dicapai. ”Kalau keadaannya sama-sama menginginkan, pastinya bisa menikmati. Sehingga rasa puas akan tercapai. Berbeda jika salah satunya mengalami stres. Jelas akan susah untuk mendapatkan orgasme,” tambah dokter yang juga ketua DPD Komunitas Hipnosis Indonesia Kabupaten Pasuruan ini.

Tidak hanya problem psikis yang bisa memengaruhi seorang perempuan sehingga gagal mencapai orgasme. Kondisi fisik juga berpengaruh. Misalnya, sudah masuk masa menopause, miss V kering, rigid, atau faktor lain.

Kondisi Miss V yang kering, misalnya, akan berpengaruh saat berhubungan badan. Sebab, akan timbul rasa sakit. Bahkan, bisa memicu trauma jika terus berulang. Begitu juga sebaliknya, bila terlalu basah. Akan muncul rasa tak nyaman. Akhirnya, upaya mencapai orgasme akan gagal.

Kegagalan juga bisa terjadi karena faktor penyakit. Misalnya, ada tumor atau penyakit lain yang mengganggu. Kondisi tersebut berpengaruh pula terhadap psikis seseorang. Bisa membuat istri tidak mood untuk ”berhubungan” dengan suami.

Selain itu, faktor pasangan (suami) juga bisa berpengaruh. Bau badan tidak enak, ejakulasi dini, atau susah ereksi akan menyulitkan pasangannya untuk mencapai puncak kebahagiaan.

”Kondisi pasangan yang tak sesuai dengan ekpektasi tentu akan memengaruhi gairah. Dampaknya bisa membuat malas berhubungan. Kalau sudah begitu, bagaimana bisa mencapai klimaks,” tandasnya.

Persoalan bagi wanita dalam berhubungan intim bukan hanya sulitnya orgasme. Ada pula kasus di mana seorang perempuan menginginkan berhubungan seks berlebihan. Ingin orgasme berulang-ulang. Memang, sebenarnya, kasus tersebut cukup jarang ditemui. Namun, lanjut dr Darmi, itu bukan berarti tidak terjadi.



Dokter yang juga anggota Perkumpulan Dokter Akupuntur Indonesia itu mengaku punya pengalaman menangani pasien seperti itu. Kebutuhannya untuk berhubungan badan sangat tinggi. Hampir setiap hari ”minta” kepada suaminya. Sampai-sampai si suami kewalahan. Akhirnya tidak kuat dan ”lari” meninggalkannya. Mereka pun berpisah.

”Meski jarang, kasus seperti ini ada. Dan, jangan disepelekan. Karena bisa mengganggu hubungan rumah tangga,” terangnya.

Mengapa bisa terjadi? Dokter Darmi menyampaikan, kondisi itu dipengaruhi oleh tingginya libido seorang perempuan. Setiap orang memang memiliki tingkat libido yang berbeda. Namun, jika berlebihan, bisa mendorong keinginan untuk terus melakukan hubungan badan.

Ada beberapa hal yang bisa memicu kondisi tersebut. Selain pengaruh hormon, juga pengaruh lingkungan. Dia mengingatkan, hidup di lingkungan yang berorientasi pada hal-hal terkait seksual sangat berpengaruh. Bisa juga karena kecanduan film porno. ”Itu akan meningkatkan dorongan untuk berhubungan badan,” bebernya.

Keinginan akan hubungan seksual yang berlebihan itu jelas mengganggu. Di samping itu, akan berakibat hubungan yang tak nyaman. Karena akan memengaruhi pekerjaan atau aktivitas harian lain yang tidak kalah penting.

”Tidak bisa konsentrasi bekerja dan hanya berorientasi pada seksual. Itu tentu akan membuat perempuan tidak nyaman,” tegasnya.

 

Terapi Bisa Jadi Solusi

Bagaimana menyembuhkan kesulitan orgasme atau libido yang berlebihan? Dokter Darmi menyebutkan, ada penanganan berbeda terhadap kedua persoalan tersebut. Namun, baik kondisi rendah gairah atau sebaliknya, hiperseks, berkaitan erat dengan kondisi psikis seseorang.



Stres yang berlebihan menjadi salah satu pemicunya. Karena itulah, untuk bisa mencapai kepuasan dalam berhubungan badan, menghindari stres sangat penting.

”Dicari dulu persoalannya apa, sehingga bisa ditemukan solusinya. Mungkin ada trauma masa lalu atau faktor lain. Dengan ditemukannya solusi, tentu akan memengaruhi kondisi psikologis dan berdampak baik terhadap hubungan suami-istri,” jelasnya.

Selain menghindari stres, sebaiknya istri tidak melupakan pentingnya merawat bagian intim. Komunikasi dengan pasangan juga sangat penting. Terutama saat akan berhubungan badan.

Suami perlu memahami istri. Tidak langsung saja, tetapi melakukan pemanasan dulu supaya istri benar-benar siap. Juga, jangan abaikan pentingnya olahraga. Atau, bisa menambah obat-obatan penambah gairah. Terutama obat-obatan herbal. Misalnya daun manjakani.

Bagi yang mengalami hiperseks, bisa ditempuh upaya terapi. Konsultasi dengan psikiater, andrologi, hingga dokter hipnoterapi sangat dianjurkan. Agar persoalan yang dihadapi bisa teratasi.

Bisa juga dengan meningkatkan kesibukan dan menambah aktivitas yang lebih positif. Berolahraga, menanam bunga, atau kegiatan lain. Intinya, kegiatan yang bisa mengalihkan perhatian dan pikiran dari hal-hal seksual. Tentu saja juga mendekatkan diri kepada Tuhan agar diberikan kemudahan.

”Konsultasi ke dokter. Jangan sampai terlambat sehingga menjadi pemicu keretakan rumah tangga,” tutur dr Darmi. (one/far) Editor : Jawanto Arifin
#seks sehat #seks nyaman #hubungan seksual