Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bersikap Empati

Fandi Armanto • Jumat, 7 Mei 2021 | 14:15 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI
 

EMPATI adalah keadaan mental yang membuat orang merasa dirinya dalam keadaan atau perasaan yang sama dengan orang lain. Atau dalam artian lain adalah kemampuan untuk menyadari diri sendiri atas perasaan orang lain dan bertindak untuk membantunya.

Dalam islam, Empati adalah sifat terpuji yang dianjurkan dimiliki. Empati sama seperti rasa iba atau kasihan kepada orang lain yang terkena musibah. Islam sangat menganjurkan sikap empati ini, sebagaimana ditulis dalam Firman Allah SWT dalam Surat An Nisa ayat 8 "Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik."

Termasuk dalam Surat Al Kahfi ayat 19 dituliskan dalam sebuah kalimat perintah “Wal yatalaththof”, dan hendaklah (kau) berlemah-lembut..! yang menjadi tanda bahwa kalimat perintah untuk berlemah-lembut itu tepat berada di tengah-tengah Alquran.

Maknanya, siapa saja yang menyelami dan menghayati Alquran, niscaya diberi anugerah sifat dan sikap lemah-lembut. Lemah-lembut menjadi aura manusia berkepribadian Qurani. Mereka yang mempunyai perasaan-hati lemah-lembut niscaya juga diliputi rasa iba-kasih, peka penuh empati.

Dalam islam kita mengenal Hablum Minallah atau bentuk ibadah langsung kepada Allah SWT dan Habluminannas atau hubungan dengan sesama manusia. Hablum Minallah ini bersifat personal seperti salat, puasa, haji, zikir dan seterusnya.

Namun dalam praktiknya, kesalehan individu ini juga berbanding lurus dengan kepekaan sosial. Dalam hubungan dalam sesama manusia ini menunjukkan perilaku seseorang yang sangat peduli dengan nilai–nilai islami yang bersifat sosial misal ramah kepada sesama, menjunjung toleransi, menumbuhkan sikap empat sampai menghargai perbedaan.

Karena itu Hablum Minallah dan Hablumminanas harus beriringan dan seimbang. Termasuk sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi orang lain dan mengasihi sesama mahluk ciptaan-Nya. Hal ini sebagaimana diriwayatkan  dalam Hadits Riwayat Imam Al-Baihaqi yaitu “Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Orang- orang yang penyayang akan disayangi oleh Allah yang Maha Penyayang. Maka sayangilah makhluk yang ada di bumi, niscaya makhluk yang ada di langit akan menyayangimu.”

Selain itu, berbuat baik ke orang lain hakikatnya juga akan kembali pada diri sendiri dan sebaliknya. Sebagai ditulis dalam Alquran Surat Al Isra ayat 7 yang tertulis “Jika kamu berbuat baik, berarti kamu berbuat baik untuk dirimu. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kerugian kejahatan itu untuk dirimu sendiri.”

Berbagai kejadian di Indonesia dengan beberapa bencana dan cobaan berupa pandemi Covid-19 saat ini, banyak memberikan pelajaran penting betapa rasa empati, simpati, persahabatan harus terus ada dalam kehidupan bermasyarakat.

Sikap empati kepada sesama menjadi spirit membangun pluralisme Indonesia guna mewujudkan kehidupan yang rukun dan harmonis. Sehingga marilah kita membangun sikap empati kepada sesama untuk menjunjung tinggi perasaan ukhuwah Islamiyah guna membangun solidaritas kemanusiaan. Semoga Allah senantiasa membimbing langkah kita. Amin ya rabbal ‘alamin. (*) Editor : Fandi Armanto
#bersikap empati #ketua dprd kota pasuruan #tadarus ismail marzuki hasan