Hal itu diungkapkan Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya. Dengan begitu, per Kamis (16/4), ada 146 ODP yang ada di Kabupaten Pasuruan.
Temuan ODP baru itu, berdasarkan hasil tracking yang dilakukan tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan. "Mereka yang masuk ODP itu, tengah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing," jelas Anang.
Tidak hanya jumlah ODP yang bertambah. Menurut Anang, ada tambahan 1 PDP yang ditemukan. Sebelumnya, jumlah PDP di Kabupaten Pasien mencapai 31 orang. Per Kamis, ada sebanyak 32 orang.
"Tambahan satu pasien itu, berasal dari (Kecamatan) Wonorejo. Pasien tersebut baru pulang dari RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Malang. Dan sekarang menjalani isolasi mandiri," tuturnya.
Sementara, untuk yang pasien positif korona, masih tetap. Sebanyak 10 orang. "Secara fisik mereka sehat. Tapi, karena hasil swabnya positif, makanya harus di isolasi di RSUD Bangil. Sambil menunggu hasil swab lanjutan untuk memastikan kondisi pasien negatif," urainya.
Sementara itu, ketua tim dokter Penanganan Covid-19 RSUD Bangil, Budi Santoso mengutarakan, tidak semua orang yang diduga Covid-19 harus diopname di RSUD Bangil. Karena mereka bisa menjalani isolasi mandiri di rumah.
Baik itu OTG, ODP ataupun PDP. "Kalau untuk PDP dengan gejala ringan, bisa isolasi mandiri. Namun, kalau dengan gejala sedang dan tinggi, baru dilakukan penanganan di RSUD Bangil," bebernya.
Hal itu, untuk menjaga kemampuan tampung RSUD Bangil. "Karena bila semua harus diisolasi di RSUD Bangil, dikhawatirkan tidak mampu tertampung," sampainya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan meminta masyarakat tidak asal menelan mentah-mentah setiap informasi yang diperoleh. Hal ini untuk menjaga agar tidak memunculkan keresahan di masyarakat.
"Seperti informasi ketika ada pasien dari RS swasta yang kabur dan disebut-sebut pasien Covid-19. Tidak mungkin itu terjadi, karena pasien covid diisolasinya di RSUD Bangil. Karena itu, setiap informasi yang masuk, jangan ditelan mentah-mentah tapi disaring dulu," ulasnya.
Ia juga menegaskan, masyarakat tidak perlu risau terhadap pelayanan di RSUD Bangil, khususnya untuk menangani korona. Karena tim RSUD Bangil sangat siap. "Gedungnya pun terpisah dari pasien lain," jelas Dion –sapaan akrabnya-. (one/mie)
Editor : Muhammad Fahmi