alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Rencana Bongkar Pagar GOR A. Yani Tak Jelas

PROBOLINGGO – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo belum memastikan rencana pembongkaran pagar GOR Ahmad Yani. Sampai saat ini rencana itu juga tak jelas.

Rencana pembongkaran pagar ini telah diusulkan sejak GOR Ahmad Yani berada di bawah pengelolaan Dinas Budaya dan Pariwisata. Sehingga, sebelum dibongkar, perlu ada koordinasi antar OPD.

“Kami belum memastikan kapan akan dibongkar. Hal ini tergantung pada ketersediaan anggarannya,” ujar Moch Maskur, kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo (29/10).

Saat disinggung mengenai Detail Engineering Design (DED) yang telah disusun, Maskur membenarkan bahwa DED sudah ada. “Tapi, DED itu sudah tidak bisa digunakan lagi, mengingat DED sudah lama. Harga penawaran jelas akan berubah,” ujarnya. Jika memang pagar GOR Ahmad Yani akan dibongkar, Maskur memastikan harus ada penyusunan DED yang baru.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, area GOR Ahmad Yani telah digunakan sebagai area relokasi bagi PKL buah Cokroaminoto. Namun, sayangnya relokasi ini tidak lama karena PKL memilih keluar dari tempat tersebut karena sepi pembeli.

Alasan sepinya pembeli ini disinyalir karena adanya pagur GOR Ahmad Yani yang menutup akses pandang pengendara di Jalan dr Soetomo untuk melihat ke dalam GOR Ahmad Yani. Sehingga, sejumlah pedagang termasuk pedagang yang menyewa stan di dalam GOR Ahmad Yani meminta agar pagar GOR Ahmad Yani dirobohkan.

Rencana merobohkan GOR Ahmad Yani telah ada sejak fasilitas olahraga ini masih dibawah pengelolaan Disbudpar. (put/fun)

PROBOLINGGO – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo belum memastikan rencana pembongkaran pagar GOR Ahmad Yani. Sampai saat ini rencana itu juga tak jelas.

Rencana pembongkaran pagar ini telah diusulkan sejak GOR Ahmad Yani berada di bawah pengelolaan Dinas Budaya dan Pariwisata. Sehingga, sebelum dibongkar, perlu ada koordinasi antar OPD.

“Kami belum memastikan kapan akan dibongkar. Hal ini tergantung pada ketersediaan anggarannya,” ujar Moch Maskur, kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo (29/10).

Saat disinggung mengenai Detail Engineering Design (DED) yang telah disusun, Maskur membenarkan bahwa DED sudah ada. “Tapi, DED itu sudah tidak bisa digunakan lagi, mengingat DED sudah lama. Harga penawaran jelas akan berubah,” ujarnya. Jika memang pagar GOR Ahmad Yani akan dibongkar, Maskur memastikan harus ada penyusunan DED yang baru.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, area GOR Ahmad Yani telah digunakan sebagai area relokasi bagi PKL buah Cokroaminoto. Namun, sayangnya relokasi ini tidak lama karena PKL memilih keluar dari tempat tersebut karena sepi pembeli.

Alasan sepinya pembeli ini disinyalir karena adanya pagur GOR Ahmad Yani yang menutup akses pandang pengendara di Jalan dr Soetomo untuk melihat ke dalam GOR Ahmad Yani. Sehingga, sejumlah pedagang termasuk pedagang yang menyewa stan di dalam GOR Ahmad Yani meminta agar pagar GOR Ahmad Yani dirobohkan.

Rencana merobohkan GOR Ahmad Yani telah ada sejak fasilitas olahraga ini masih dibawah pengelolaan Disbudpar. (put/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/