alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Duh, Program Bersepeda ke Kantor Mandek, Ini Langkah Pemkot

MAYANGAN – Pemkot Probolinggo sempat membuat kebijakan tentang program bersepeda ke kantor. Namun, rupanya program ini hanya berjalan sebulan. Karenanya, Wali Kota Probolinggo Rukmini mengaku berupaya untuk kembali mengaktifkan program ini.

Pernyataan itu disampaikan Rukmini ketika proses penandatanganan kerja sama antara Pemkot Probolinggo dengan salah satu perusahaan di Kota Probolinggo, beberapa waktu lalu. Saat itu, Rukmini menyampaikan beberapa hal terkait kunjungannya ke Swedia yang dilakukan selama sepekan bersama sejumlah kepala OPD.

Menurutnya, saat berkunjung ke Swedia, pihaknya melihat langsung warganya lebih aktif menggunakan kendaraan umum dan kendaraan yang tidak menghasilkan polusi udara. Salah satunya sepeda.

“Karena itu, diupayakan mulai dibiasakan di Kota Probolinggo untuk mengurangi transportasi bahan bakar fosil. Dulu sudah pernah diadakan gerakan ke kantor dengan bersepeda, tapi hanya jalan sebulan,” ujarnya.

Rukmini meminta bike to work atau ke kantor dengan bersepeda ini bisa berjalan lagi. Apalagi, saat ini Pemkot Probolinggo telah menyediakan jalur bersepeda. “Program bersepeda ini perlu dilakukan lagi oleh pegawai Pemkot. Sebagai bentuk untuk mengurangi polusi udara,” ujarnya.

Program bike to work pernah dilakukan Pemkot Probolinggo pada Juli 2016. Program ini dilakukan bergantian oleh setiap OPD. Penerapan kebijakan bike to work ini merupakan implementasi dari Peraturan Wali Kota Nomor 37/2013 tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca.

Wali Kota juga mengeluarkan surat edaran yang berisi jadwal penerapan penggunaan sepeda ke kantor. OPD di lingkungan Sekretariat Pemkot Probolinggo dijadwalkan melaksanakan sejak hari Senin sampai Kamis. Sedangkan, OPD di luar Sekretariat Pemkot melaksanakan pada Jumat.

Dalam surat edaran itu, pelaksanaan bagi Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, dan staf ahli bisa menyesuaikan. Termasuk, juga bagi karyawan yang memiliki keterbatasan fisik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo Budi Krisyanto sepakat dengan Wali Kota untuk menghidupkan kembali program bike to work. “Memang perlu dilakukan lagi untuk mengurangi polusi udara,” ujarnya.

Budi mengatakan, bahwa di Helsingborough, Swedia, untuk kegiatan pegawai kantor tidak menggunakan mobil dinas. “Jika jaraknya dekat cukup jalan kaki atau naik bus. Mereka punya mobil, tapi tidak untuk aktivitas kerja setiap hari. Sehari-hari mereka mengandalkan sepeda, bus, atau jalan kaki,” ujarnya. (put/rud/mie)

MAYANGAN – Pemkot Probolinggo sempat membuat kebijakan tentang program bersepeda ke kantor. Namun, rupanya program ini hanya berjalan sebulan. Karenanya, Wali Kota Probolinggo Rukmini mengaku berupaya untuk kembali mengaktifkan program ini.

Pernyataan itu disampaikan Rukmini ketika proses penandatanganan kerja sama antara Pemkot Probolinggo dengan salah satu perusahaan di Kota Probolinggo, beberapa waktu lalu. Saat itu, Rukmini menyampaikan beberapa hal terkait kunjungannya ke Swedia yang dilakukan selama sepekan bersama sejumlah kepala OPD.

Menurutnya, saat berkunjung ke Swedia, pihaknya melihat langsung warganya lebih aktif menggunakan kendaraan umum dan kendaraan yang tidak menghasilkan polusi udara. Salah satunya sepeda.

“Karena itu, diupayakan mulai dibiasakan di Kota Probolinggo untuk mengurangi transportasi bahan bakar fosil. Dulu sudah pernah diadakan gerakan ke kantor dengan bersepeda, tapi hanya jalan sebulan,” ujarnya.

Rukmini meminta bike to work atau ke kantor dengan bersepeda ini bisa berjalan lagi. Apalagi, saat ini Pemkot Probolinggo telah menyediakan jalur bersepeda. “Program bersepeda ini perlu dilakukan lagi oleh pegawai Pemkot. Sebagai bentuk untuk mengurangi polusi udara,” ujarnya.

Program bike to work pernah dilakukan Pemkot Probolinggo pada Juli 2016. Program ini dilakukan bergantian oleh setiap OPD. Penerapan kebijakan bike to work ini merupakan implementasi dari Peraturan Wali Kota Nomor 37/2013 tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca.

Wali Kota juga mengeluarkan surat edaran yang berisi jadwal penerapan penggunaan sepeda ke kantor. OPD di lingkungan Sekretariat Pemkot Probolinggo dijadwalkan melaksanakan sejak hari Senin sampai Kamis. Sedangkan, OPD di luar Sekretariat Pemkot melaksanakan pada Jumat.

Dalam surat edaran itu, pelaksanaan bagi Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, dan staf ahli bisa menyesuaikan. Termasuk, juga bagi karyawan yang memiliki keterbatasan fisik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo Budi Krisyanto sepakat dengan Wali Kota untuk menghidupkan kembali program bike to work. “Memang perlu dilakukan lagi untuk mengurangi polusi udara,” ujarnya.

Budi mengatakan, bahwa di Helsingborough, Swedia, untuk kegiatan pegawai kantor tidak menggunakan mobil dinas. “Jika jaraknya dekat cukup jalan kaki atau naik bus. Mereka punya mobil, tapi tidak untuk aktivitas kerja setiap hari. Sehari-hari mereka mengandalkan sepeda, bus, atau jalan kaki,” ujarnya. (put/rud/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/